Ratusan Pesilat Ikuti Kejuaraan Internasional Perisai Diri di NTB

Senin, 14 Jul 2025, 22:41 WIB

MATARAM - Sebanyak 644 peserta mengikuti kejuaraan pencak silat Perisai Diri International Championship (PDIC) XI di Taman Pantai Loang Baloq, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan PDIC XI di Taman Pantai Loang Baloq, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram ini dibuka dengan penyalaan obor oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Wakil Ketua Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Dwi Sutjipto pada Minggu (12/7) malam.

Dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan di Mataram, Senin (14/7), Dwi Sutjipto mengatakan PDIC sejalan dengan program besar IPSI yakni membawa pencak silat menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade.

"Target kita, pencak silat sebagai olahraga leluhur bangsa Indonesia bisa masuk Olimpiade 2028 di Los Angeles. Minimal bisa masuk pertandingan ekshibisi sehingga pada Olimpiade 2032 di Brisbane bisa berlanjut menjadi cabang olahraga resmi yang dipertandingkan," ujarnya.

Dwi yang juga menjabat Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Silat Nasional Perisai Diri mengatakan, PDIC XI tidak hanya diikuti pesilat dari Pengprov Perisai Diri di seluruh Indonesia tetapi juga dari komisariat luar negeri, di antaranya Jepang, Australia, Timor Leste, Amerika Serikat, Jerman, hingga Belanda.

Menurut Dwi, dipilihnya NTB sebagai tuan rumah, lantaran perkembangan atlet silat Perisai Diri terpantau relatif sangat pesat sejauh ini.

"Tapi yang utama, diskusi kami dengan para pengurus sejak dua tahun lalu, adalah ikut berkontribusi memajukan pariwisata di NTB yang kini tengah giat-giatnya dilakukan pemprov dalam rangka memajukan wilayahnya dengan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi dan UMKM," terangnya.

Ia berharap para peserta yang hadir di Lombok pada12-17 Juli dapat menceritakan keindahan dan pariwisata di NTB saat pulang ke daerah atau negaranya masing-masing.

"PDIC XI ini bukan hanya soal kepuasan tapi juga soal keindahan pariwisata. Maka, tentu yang enggak hadir ke Lombok, mereka akan menyesalinya," tegas Dwi.

Lebih lanjut soal pesan Presiden Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum IPSI juga tak lupa disampaikannya.

Bagi Dwi, Presiden Prabowo menyebut jika Perisai Diri merupakan salah satu perguruan besar yang serius dan aktif menyelenggarakan program rutin.

Hal ini sejalan dengan target pengurus Perisai Diri untuk mewujudkan persatuan di kalangan para seniman bela diri sekaligus merawat budaya luhur dan jati diri sesuai visi kebudayaan Indonesia.

Karena itu, lanjut Dwi, masuknya pencak silat ke Olimpiade merupakan cita-cita dan upaya yang sudah sejak beberapa tahun belakangan ini terus dilakukan tahap demi tahap.

"Pekerjaan rumah kita adalah pencak silat masuk Olimpiade. Ini harus terus kita perjuangkan karena pencak silat ikut secara resmi sebagai organisasi mewarnai sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Maka, tugas kita membuat suasana olahraga ini menjadi milik semua negara atau milik internasional," jelasnya.

Mantan Kepala SKK Migas ini juga menyebut bahwa PDIC XI di Lombok ini bukan sekadar kompetisi, namun juga menjadi ajang strategis untuk menguji kemampuan atlet, mencari bibit unggul penerus bangsa, sekaligus mempererat tali silaturahmi antaranggota Perisai Diri dari berbagai penjuru dunia.

"PDIC ini diselenggarakan rutin dua tahun sekali," ungkap Dwi.

Sementara Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal berterima-kasih atas kepercayaan PP Keluarga Silat Nasional (Kelatnas) Perisai Diri yang menjadikan NTB, khususnya Kota Mataram sebagai tuan rumah pelaksanaannya.

"Kami siap menjadi tamu yang baik pada ratusan peserta PDIC XI selama berada di Kota Mataram," katanya. Ant

Ket. Foto: Wakil Ketua Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB-IPSI) Dwi Sutjipto pada Minggu (12/7) malam. — Sumber: ANTARA/PB IPSI

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.