• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Kementerian Ekraf Apresias...

Kementerian Ekraf Apresiasi Film Dokumenter Angkat Isu Lingkungan

Senin, 14 Jul 2025, 19:28 WIB

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) mengapresiasi film dokumenter "The Atlantis Mussels" garapan Senada Films yang mengangkat isu lingkungan global dalam tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

""Kami bangga melihat teman-teman Senada Films yang konsisten menghasilkan satu mahakarya yang bukan hanya dihargai di Indonesia tetapi juga di Cannes Film Festival," kata Wamen Ekraf Irene Umar dalam siaran resmi di Jakarta, Senin (14/7).

Ket. Foto: Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar saat menghadiri special screening "The Atlantis Mussels" di Museum Bahari, Jakarta pada Sabtu, (12/7). — Sumber: ANTARA/HO-Kementerian Ekraf

Irene menegaskan dukungan melalui Kementerian Ekraf kepada film-film yang menyuarakan tantangan global, misalnya lingkungan seperti penanganan perubahan iklim, polusi, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Ia juga mendorong agar film-film yang mengangkat isu-isu faktual terus diproduksi lewat kolaborasi.

Lebih lanjut Wamen Ekraf Irene menyampaikan bahwa perubahan iklim adalah masalah nyata.

Menurut dia, isu lingkungan ini bukan hanya Jakarta, tapi isu lingkungan seluruh dunia dengan masing-masing dinamikanya.

Kementerian Ekraf hadir untuk berjuang bersama dan lakukan bersama terkait komersialisasi dan distribusi supaya isu maupun gagasan terhadap lingkungan bisa ditayangkan lebih luas ke ruang-ruang pemutaran alternatif lain seperti mal, acara pemerintahan, atau platform OTT (Over-The-Top).

"Kami paham kalau teman-teman berjuang untuk menyuarakan sesuatu pasti tujuannya untuk memberi dampak sebesar-besarnya dan ingin film dokumenter ini ditonton oleh banyak orang," kata Wamen Ekraf Irene.

Irene Umar menambahkan, film menjadi salah satu media advokasi yang dekat dan mudah dicerna publik.

Dengan konsep special screening seperti layar tancap, film dokumenter pendek 'The Atlantis Mussels' mampu menceritakan dampak perubahan iklim yang sudah genting dan secara langsung terjadi dirasakan oleh nelayan pesisir utara Daerah Khusus Jakarta di Kampung Kerang Hijau.

Diketahui, film ini pernah memenangkan Best ShortDoc Megacities-ShortDocs Film Festival 2024.

Selain itu, 'The Atlantis Mussels' juga mendapat kesempatan tayang dalam festival film internasional seperti Cannes Film Festival 2024, One Earth Film Festival, dan Bali International Film Festival. Ant

  • Ekonomi Kreatif

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.