• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • 7 Herbal Terbaik untuk Men...

7 Herbal Terbaik untuk Menyeimbangkan Hormon Estrogen Secara Alami

Senin, 14 Jul 2025, 17:28 WIB

JAKARTA - Kamu mungkin belum tahu bahwa herbal untuk menyeimbangkan hormon estrogen bisa menjadi solusi alami yang efektif untuk mengatasi gangguan hormonal. Ketidakseimbangan hormon estrogen dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan menstruasi, mood swing, jerawat, hingga risiko penyakit serius seperti kanker payudara. Untungnya, Indonesia kaya akan tanaman herbal yang telah digunakan secara turun-temurun untuk menjaga keseimbangan hormon secara alami.

Artikel yang disadur dari situs pafimarneda.org ini akan membahas secara mendalam tujuh jenis herbal lokal yang terbukti secara ilmiah membantu menyeimbangkan hormon estrogen, lengkap dengan cara penggunaannya berdasarkan penelitian dari lembaga terpercaya.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

1. Kunyit

Kunyit (Curcuma longa) mengandung senyawa aktif kurkumin yang memiliki sifat anti-inflamasi dan fitoestrogenik. Kurkumin diketahui mampu meniru kerja estrogen dalam tubuh, sehingga membantu mengatasi gejala kekurangan hormon ini. Penelitian dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada menunjukkan bahwa ekstrak kunyit dapat mengatur ekspresi gen yang berkaitan dengan reseptor estrogen, khususnya pada wanita pramenopause.

Kamu bisa mengonsumsi kunyit dalam bentuk jamu, misalnya kunyit asam, atau menambahkannya ke dalam masakan sehari-hari. Untuk manfaat maksimal, gunakan 1–2 ruas kunyit segar yang diparut dan diseduh dengan air hangat, lalu diminum setiap pagi.

2. Temulawak

Tanaman herbal ini sangat populer sebagai suplemen liver, namun temulawak (Curcuma xanthorrhiza) juga memiliki efek hormonal. Berdasarkan riset dari Universitas Airlangga, temulawak mengandung xanthorrhizol yang berfungsi sebagai adaptogen, yaitu zat yang membantu tubuh menyesuaikan diri terhadap stres dan menyeimbangkan sistem endokrin, termasuk produksi estrogen.

Konsumsi temulawak bisa dilakukan dengan cara direbus dalam air mendidih selama 15 menit, lalu diminum setelah dingin. Rutin meminum rebusan temulawak sebanyak 2–3 kali seminggu dapat membantu mengatur kadar hormon dalam tubuh.

3. Daun Kemangi

Daun kemangi (Ocimum sanctum) adalah salah satu herbal lokal yang mengandung fitoestrogen tinggi. Fitoestrogen merupakan senyawa tumbuhan yang memiliki struktur kimia mirip dengan estrogen sehingga bisa menyeimbangkan kadar hormon dalam tubuh. Penelitian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan bahwa konsumsi daun kemangi dapat meningkatkan kadar estrogen secara signifikan pada tikus betina yang mengalami gangguan hormonal.

Kamu bisa mengonsumsi daun kemangi secara langsung sebagai lalapan atau dijadikan jus segar. Cukup ambil segenggam daun kemangi, cuci bersih, lalu blender dengan air matang dan madu sebagai pemanis alami.

4. Kayu Manis

Kayu manis (Cinnamomum burmannii) memiliki kemampuan untuk mengatur kadar insulin dan mendukung keseimbangan hormonal, termasuk estrogen. Menurut riset dari Universitas Padjadjaran, konsumsi kayu manis secara rutin dapat membantu menstabilkan siklus haid pada wanita dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS), yang erat kaitannya dengan ketidakseimbangan estrogen.

Cara penggunaannya cukup mudah. Rebus batang kayu manis sepanjang 5 cm dalam 300 ml air hingga tersisa setengahnya, lalu saring dan minum dua kali seminggu. Kombinasikan dengan madu untuk rasa yang lebih nikmat.

5. Daun Sirih Merah

Sirih merah (Piper crocatum) mengandung eugenol dan flavonoid yang berfungsi sebagai agen antiinflamasi dan juga membantu menstimulasi kerja hormon estrogen. Penelitian dari Universitas Brawijaya menyebutkan bahwa ekstrak daun sirih merah dapat memperbaiki fungsi endometrium dan meningkatkan kadar hormon estrogen dalam darah.

Kamu bisa merebus lima lembar daun sirih merah dalam dua gelas air hingga tersisa satu gelas. Minum secara rutin tiga kali seminggu untuk mendapatkan efek hormonal yang optimal.

6. Tapak Liman

Tapak liman (Elephantopus scaber) merupakan tanaman herbal liar yang sering diabaikan. Namun, penelitian dari Universitas Andalas menunjukkan bahwa ekstrak tapak liman memiliki aktivitas estrogenik yang signifikan dan dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan serta menormalkan siklus haid.

Untuk mengonsumsinya, cukup ambil segenggam daun tapak liman segar, rebus dengan dua gelas air hingga tersisa setengahnya. Saring dan konsumsi air rebusannya dua kali seminggu.

7. Pegagan

Pegagan (Centella asiatica) bukan hanya baik untuk meningkatkan fungsi otak, tetapi juga bermanfaat untuk menyeimbangkan hormon. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Universitas Sebelas Maret, pegagan mampu memengaruhi keseimbangan hormon hipofisis yang berperan dalam produksi estrogen, terutama pada wanita usia produktif.

Kamu bisa mengolah pegagan menjadi teh herbal. Ambil beberapa helai daun pegagan, keringkan, lalu seduh seperti membuat teh. Minum setiap hari selama 2 minggu berturut-turut untuk melihat perubahan yang signifikan.

Kesimpulan

Ketujuh herbal ini bukan sekadar tradisi, tetapi telah diteliti dan terbukti secara ilmiah memberikan manfaat nyata dalam menyeimbangkan hormon estrogen. Dari kunyit yang kaya kurkumin hingga pegagan yang memperkuat sistem hormonal dan saraf, semua tersedia secara alami di sekitar kita dan mudah untuk dimanfaatkan.

Keseimbangan hormon estrogen sangat penting untuk kesehatan reproduksi dan kualitas hidup. Dengan mengintegrasikan herbal ini ke dalam gaya hidup harianmu, kamu tidak hanya mengandalkan cara alami, tapi juga memperkuat tubuh dari dalam. Cara penggunaannya yang mudah dan minim efek samping menjadikannya pilihan yang bijak bagi kamu yang ingin menjaga kesehatan hormonal secara berkelanjutan.

Kini, kamu tidak perlu ragu lagi untuk memilih solusi alami. Herbal untuk menyeimbangkan hormon estrogen bisa menjadi kunci hidup sehatmu yang selama ini kamu cari. Ingat, perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil, termasuk dengan rutin mengonsumsi tanaman herbal yang sudah terbukti manfaatnya.

Redaktur: Rivaldi Dani Rahmadi

Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi

Berita Terbaru

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.