UE Siap Balas Tarif Trump, Ketegangan Perdagangan Transatlantik Memanas

Minggu, 13 Jul 2025, 18:05 WIB

JAKARTA - Uni Eropa berjanji akan memberikan respons tegas dan cepat terhadap kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengenakan bea masuk sebesar 30 persen atas seluruh barang impor dari blok tersebut. Langkah ini langsung memicu ketegangan baru dalam hubungan perdagangan antara dua sekutu lama.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan bahwa Uni Eropa tidak akan tinggal diam menghadapi kebijakan proteksionis AS. Dalam pernyataan resminya, ia menyatakan bahwa seluruh instrumen yang dimiliki Uni Eropa siap digunakan untuk mempertahankan kepentingan ekonomi kawasan. “Uni Eropa tidak akan ragu untuk bertindak,” ujar von der Leyen. “Kami siap merespons secara tegas untuk melindungi industri, lapangan kerja, dan daya saing global kami.”

Ket. Foto: — Sumber: Outlook

Tarif impor yang diumumkan Trump merupakan bagian dari janji kampanye dan agenda kebijakan ekonominya untuk menekan defisit perdagangan dan menghidupkan kembali sektor manufaktur domestik AS. Dalam pidato pelantikannya awal tahun ini, Trump menegaskan tekadnya: “Kami akan mengenakan tarif dan pajak kepada negara-negara asing untuk memperkaya warga negara kami.”

Bernd Lange, Ketua Komite Perdagangan Internasional Parlemen Eropa, menyebut keputusan Trump sebagai “tamparan di wajah” bagi hubungan transatlantik dan penghinaan terhadap diplomasi. Ia menyerukan respons bertahap, dimulai dengan gelombang pertama tindakan balasan yang diperkirakan akan mulai diberlakukan pada Senin mendatang.

Lebih jauh, Lange juga mendorong Uni Eropa untuk mempertimbangkan instrumen anti-paksaan, termasuk pelarangan partisipasi perusahaan-perusahaan AS dalam pengadaan publik di negara-negara anggota Uni Eropa. “Kita perlu menunjukkan bahwa kita mampu dan akan membela diri,” tegasnya.

Kebijakan tarif ini pertama kali diusulkan pada 13 Februari sebagai bagian dari strategi Trump yang disebutnya “perdagangan timbal balik”. Langkah ini telah memicu kekhawatiran luas dari kalangan pelaku usaha, ekonom, hingga mitra internasional. Mereka memperingatkan bahwa kebijakan semacam itu berisiko memicu perang dagang transatlantik, yang dapat berdampak signifikan terhadap volume perdagangan dan pertumbuhan ekonomi di kedua belah pihak.

Dengan Uni Eropa bersiap membalas dan hubungan perdagangan kian memanas, dunia kini menantikan apakah krisis dagang ini akan semakin meluas atau membuka ruang bagi negosiasi damai di menit-menit terakhir.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.