Banyak Gunakan Lahan Masyarakat, Legislator Dorong Pelibatan Warga Lokal dalam Proyek GRR&P Tuban
Minggu, 13 Jul 2025, 20:02 WIBJAKARTA â Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari, meminta agar proyek pembangunan Grass Root Refinery and Petrochemical (GRR&P) Tuban, Jawa Timur, memberi perhatian serius terhadap dampak sosial-ekonomi yang ditimbulkan, khususnya bagi masyarakat pemilik lahan produktif yang terdampak langsung oleh proyek tersebut. Dia menekankan pentingnya skema ganti untung, bukan sekadar ganti rugi, serta pelibatan aktif masyarakat lokal dalam proses pembangunan hingga operasional proyek kilang.
âDari total 840 hektare lahan yang dibutuhkan untuk proyek ini, sekitar 30 persen di antaranya adalah milik masyarakat, dan itu benar-benar lahan produktif. Maka dari itu, Pertamina harus memastikan adanya pendampingan bagi warga yang kehilangan mata pencaharian,â ujar Ratna dalam pertemuan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI di Surabaya, Jawa Timur jelang akhir pekan ini.
Ratna dikutip dari laman resmi DPR RI menyampaikan bahwa sejak awal pihaknya telah mengikuti proses pengadaan lahan dan mendorong kerja sama antara PT Pertamina dan Universitas Airlangga untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membelanjakan uang ganti untung pada konsumsi jangka pendek, melainkan diarahkan pada kegiatan produktif dan berkelanjutan.
âKami mendorong agar masyarakat terdampak diberi pelatihan keterampilan dan peningkatan kapasitas, khususnya mereka yang berada di ring satu proyek. Ini penting agar mereka juga bisa menjadi bagian dari proses pembangunan,â jelas legislator dapil Jawa Timur IX itu.
Ratna menyoroti pula bahwa pada masa puncak pembangunan, proyek GRR&P Tuban diproyeksikan membutuhkan sekitar 50 ribu tenaga kerja. Menurutnya, hal ini harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk memberdayakan tenaga kerja lokal, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
âKetika kebutuhan tenaga kerja meningkat, tentu akan muncul kebutuhan turunan seperti permukiman, konsumsi, dan transportasi. Ini semua bisa menjadi peluang ekonomi nyata bagi masyarakat di Kabupaten Tuban,â pungkas Politisi Fraksi PKB ini.Â
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Bisnis IP Jadi “Tambang Baru” Potensi Ekonomi Besar di Masa Depan
-
Musim Pancaroba Rentan Bikin Sakit, Dokter Minta Masyarakat Jaga Imunitas
-
Ekonom Ingatkan Bond Stabilization Fund Tak Akan Mampu Lawan Krisis Fundamental
-
SPKLU ke 5.000 Dioperasikan PLN untuk Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik
-
Proyeksi angka konsumsi ikan nasional 2026
-
Tambahan CFD Belum Memperbaiki Udara Jakarta, Tetap Buruk
-
Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Idul Adha, JTT Siapkan 17 Gardu GT Cikampek Utama
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.