Koperasi Harus Sejahterakan Rakyat, Tapi Siapa yang Sejahtera Duluan?
Sabtu, 12 Jul 2025, 12:16 WIBJAKARTA - Koperasi memberdayakan anggota dan masyarakat dengan memberikan pelatihan, akses permodalan, dan pendampingan usaha, sehingga mereka lebih mandiri secara ekonomi.Â
Koperasi, sebagai gerakan ekonomi rakyat, berperan dalam memperkuat perekonomian nasional dengan menjadi sokoguru perekonomian yang berbasis pada asas kekeluargaan dan demokrasi.Â
Memperingati Hari Koperasi 2025, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menegaskan koperasi harus menjadi gerakan ekonomi rakyat yang bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan bersama, bukan hanya bagi segelintir orang.
"Mari kita buktikan bahwa Indonesia adil, makmur, dan berdaulat, bukan karena kekuatan segelintir orang, tetapi karena kekuatan bersama rakyat,â katanya di Jakarta, Jumat (11/7).
Pada Hari Koperasi ke-78 tahun ini, Budi Arie berharap akan ada peningkatan jumlah masyarakat yang berkoperasi, khususnya pada koperasi sektor produktif.
Menurutnya, koperasi jenis ini mampu mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam secara lebih adil dan menyejahterakan.
Berdasarkan data dari laporan kinerja Kementerian Koperasi dan UKM pada 2023, terdapat 130.354 unit koperasi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, jenis koperasi terbanyak adalah koperasi konsumen sebanyak 71.315 unit (55 persen), koperasi produsen 26.969 unit (21 persen), simpan pinjam 18,699 unit (14 persen), koperasi jasa 9.114 unit (7 persen), dan koperasi pemasaran 4.257 unit (3 persen).
Selain itu, Budi Arie mendorong terciptanya lebih banyak koperasi yang berfokus pada inovasi dan teknologi, membuka peluang ekosistem usaha yang menjanjikan bagi anak-anak muda.
âKoperasi harus dapat beradaptasi, lebih gesit, lebih inovatif, dan lebih akuntabel sehingga dapat memberikan manfaat lebih besar kepada anggota dan lingkungannya. Jangan sampai tertinggal oleh kemajuan zaman," tambahnya.
Budi Arie juga menyoroti peran strategis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau Kopdes Merah Putih. Ia menyatakan Kopdes Merah Putih merupakan wadah bagi masyarakat untuk terlepas dari belenggu kemiskinan dan menjadi pusat kegiatan ekonomi di desa
Kopdes Merah Putih diharapkan dapat mencakup pusat produksi dan distribusi desa, serta mengefisienkan biaya-biaya ekonomi yang sebelumnya merugikan masyarakat.
Budi Arie memandang Kopdes Merah Putih bukan hanya sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai gerakan rakyat yang menyasar petani, nelayan, dan pelaku UMKM di seluruh pelosok negeri.
âKopdes Merah Putih adalah jalan baru ekonomi Indonesia, hutang sejarah dan cita- cita negara ini diwujudkan dengan segenap gerak dan kesadaran penuh,â pungkasnya.
Hari Koperasi Nasional diperingati pada 12 Juli. Pada peringatan tahun ini, pemerintah akan meluncurkan program Kopdes Merah Putih, yang rencananya dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo di Klaten, Jawa Tengah, 19 Juli 2025.
Hingga saat ini, tercatat sekitar 80.500 desa dan kelurahan telah membentuk Kopdes/kelurahan Merah Putih melalui musyawarah desa khusus (musdesus). Dari jumlah itu, lebih dari 77.000 telah memiliki badan hukum yang diterbitkan oleh Kementerian Hukum RI. Dari ribuan koperasi itu, ada 103 koperasi yang dijadikan percontohan.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Diduga Produksi Petasan, Dua Pelajar Tulungagung Diamankan Polisi
-
Koperasi Disiapkan Jadi Rumah Dagang Baru bagi UMKM
-
Satgas Pamtas Yonif 511/DY Pasang Lampu Tenaga Surya untuk Warga di Pedalaman Papua
-
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Saat Perayaan Imlek 2577 Kongzili
-
Empat Orang Meninggal dalam Kecelakaan di Tol Pejagan-Tegal
-
AS Dibawah Bayang-bayang Kasus Batuk Rejan
-
Cegah Penularan Superflu, Dinkes DKI Dorong Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.