Program Trisula Harus Dimulai dari Desa

Jumat, 11 Jul 2025, 01:05 WIB

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menegaskan bahwa pembangunan nasional harus merata, sehingga kemakmuran harus merata dari barat hingga timur Indonesia.

Menurut dia, fondasi kemakmuran Indonesia dimulai dari daerah, sehingga penting untuk mengacu pendekatan perencanaan pembangunan yang sadar, inklusif, dan terintegrasi.

Ket. Foto: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy — Sumber: istimewa

Untuk mewujudkan visi tersebut, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 mengusung Trisula Pembangunan, yaitu pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, penurunan kemiskinan, dan peningkatan sumber daya manusia berkualitas.

Menanggapi hal itu, Guru Besar Ekonomi Pertanian dari Universitas Gadjah Mada, Dwijono Hadi Darwanto, menegaskan bahwa arah pembangunan nasional yang berkelanjutan tidak mungkin tercapai tanpa menjadikan desa sebagai titik pangkal transformasi struktural.

“Kalau kita bicara pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan penurunan kemiskinan, maka desa bukan sekadar objek pembangunan, tetapi subjek yang harus diperkuat secara sistematis,” kata Dwijono di Yogyakarta, Jumat (10/7).

Menurut dia, fondasi kemakmuran Indonesia memang terletak pada wilayah-wilayah perdesaan, terutama karena desa menjadi penyangga ketahanan pangan nasional dan sumber daya manusia jangka panjang. Namun hingga kini, porsi belanja publik dan insentif investasi di desa masih belum cukup progresif untuk mengatasi ketimpangan yang telah berlangsung secara historis.

“Trisula pembangunan yang disebut Pak Menteri, yakni pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, dan peningkatan SDM akan tumpul kalau tidak dimulai dari desa. Karena kemiskinan itu terkonsentrasi di pedesaan. SDM kita yang paling rentan juga mayoritas lahir di desa,” kata Dwijono.

Dwijono juga menegaskan pentingnya menjadikan desa sebagai ruang produksi baru yang ditopang oleh infrastruktur digital, energi terbarukan, dan sistem pasar yang adil.

“Kita perlu keluar dari paradigma lama di mana desa hanya diposisikan sebagai penerima bantuan. Desa harus dibangun sebagai pusat pertumbuhan baru,” tegasnya.

Ia mengusulkan agar dalam RPJMN 2025-2029, pemerintah pusat menetapkan indikator kunci yang secara eksplisit mengukur transformasi desa, dari produktivitas pertanian dan agroindustri, ketersambungan pasar, hingga keberlanjutan ekologi.

“Kalau kita ingin kemakmuran merata dari barat sampai timur seperti dikatakan Pak Menteri, maka desa harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar pelengkap narasi nasional,” tutup Dwijono.

Demokrasi Ekonomi

Peneliti Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Awan Santosa mengatakan, perencanaan pembangunan mestinya didasarkan pada amanat konstitusi dalam perekonomian, yaitu realisasi demokrasi ekonomi.

Sistem ekonomi kerakyatan (demokrasi ekonomi) telah lama menjadi amanat konstitusi. Namun demikian, implementasinya masih jauh dari apa yang diharapkan.

Bahkan, yang terjadi adalah sebaliknya, liberalisasi dan privatisasi sektor-sektor ekonomi strategis semakin mendominasi struktur ekonomi Indonesia.

“Sampai saat ini pemerintah belum punya instrumen spesifik untuk mengukur sejauh mana derajat realisasi demokrasi ekonomi, sehingga persoalan kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan belum sepenuhnya dapat diatasi,”tegas Awan.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

Labuan Bajo Normal Pascagempa NTT, Kemenpar Minta Aktivitas Wisata Utamakan Keselamatan

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

Empat Wisatawan Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai Tuturuga Minahasa, Kenzy Masih Hilang

Pemkot Tebing Tinggi Ajak Pelajar Budayakan Menabung

Kemenhut Pastikan Kebakaran Hutan di TN Way Kambas Sudah Padam, Seluruh Gajah Aman

Tol Cisumdawu Arah Bandung-Cirebon Ada Perbaikan, Kontraflow DIberlakukan

Pemerintah Tunjuk Sejumlah Menteri Tangani Karhutla Per Wilayah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.