Produksi Jagung Digenjot, Hutan Sosial Jadi Korban?
Jumat, 11 Jul 2025, 00:00 WIBJAKARTA - Pemanfaatan lahan perhutanan sosial dioptimalkan, sebagai langkah strategis demi mempercepat tercapainya swasembada komoditas jagung dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Pemanfaatan lahan perhutanan sosial langkah strategis untuk mendukung swasembada jagung," kata Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi dalam keterangan di Jakarta, Kamis (10/7).
Ia menyampaikan telah menghadiri kegiatan penanaman jagung serentak di Lahan Perhutanan Sosial yang digelar di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (9/7).
Menurut dia, gerakan penanaman jagung yang diinisiasi Polri dan melibatkan Kementerian Pertanian dan Kementerian Kehutanan merupakan bentuk kolaborasi nyata dalam mendorong swasembada pangan terutama komoditas tersebut.
"Sinergi lintas sektor seperti ini sangat penting untuk menjamin ketersediaan pangan secara berkelanjutan, khususnya dalam memperkuat cadangan pangan pemerintah,â ujar Arief.
Jagung merupakan komoditas strategis nasional yang berperan penting dalam industri pangan dan pakan di mana saat ini ketersediaan jagung dalam kondisi yang aman dan cukup.
Ia menjelaskan produksi tetap menjadi tanggung jawab kementerian teknis, sementara Bapanas menghitung kebutuhan pangan nasional agar dapat mendukung Polri dan kementerian terkait dalam mencapai swasembada secara tepat sasaran.
"Ini salah satu Asta Cita dari Bapak Presiden Prabowo agar kita bisa swasembada pangan salah satunya jagung," terang Arief.
Ia menyebutkan berdasarkan data Kerangka Sample Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) produksi jagung pada Januari-Agustus 2025 mencapai 10,84 juta ton, lebih tinggi 820 ribu ton (8,16 persen) dibanding periode yang sama pada 2024.
Sementara itu, proyeksi kebutuhan jagung di periode yang sama pada 2025 mencapai 10,06 juta ton, yang berarti neraca jagung pada periode tersebut masih mengalami surplus sekitar 780 ribu ton.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan pihaknya berkomitmen penuh mendukung ketahanan pangan nasional melalui langkah konkret di lapangan.
Di Jawa Tengah, kata Kapolri, penanaman jagung dilakukan di atas lahan seluas 138.750 hektare, terdiri dari 136.287 hektare lahan produktif dan 2.463 hektare lahan perhutanan sosial. Di Kabupaten Grobogan, penanaman dilakukan di lahan perhutanan sosial seluas 207 hektare.
âKegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan. Polri terlibat sejak tahap pencarian lahan, pembibitan, perawatan, hingga jaminan penyerapan hasil panen,â jelas Kapolri.
Peran Strategis
Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa program perhutanan sosial memiliki peran strategis tidak hanya untuk pelestarian lingkungan, tapi juga ketahanan pangan, energi, dan air.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemerintah Arab Saudi Jamin Kelancaran dan Keamanan Jemaah Haji Indonesia
-
Menhub: Keselamatan Penerbangan adalah Prioritas Strategi Pemerintah
-
Veda Ega Pratama Start dari Urutan Ke-17 Moto3 Spanyol
-
Lindungi Kepentingan Nasional, RI Lanjutkan Proses Sengketa Minyak Sawit dengan Uni Eropa di WTO
-
Krisis Hormuz Belum Reda, Bahlil Lapor ke Prabowo: Stok Minyak Mentah RI Masih Aman
-
Kesenjangan Kredit Melebar, Perbankan Dinilai Belum Berpihak ke UMKM
-
APBD 2026 Tetap Kokoh Meski Dana Bagi Hasil Dipotong
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.