• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Film Night at the Museum D...

Film Night at the Museum Digarap Ulang dengan Cerita dan Karakter Baru

Kamis, 10 Jul 2025, 19:30 WIB

JAKARTA - Sebuah film reboot dari franchise Night at the Museum tengah dikembangkan oleh 20th Century Studios, diproduksi oleh perusahaan Shawn?Levy, 21?Laps Entertainment.

Penulis Tripper?Clancy, yang dikenal lewat naskah komedi seperti Stuber dan serial Die Hart, ditunjuk untuk menyusun cerita baru yang menampilkan karakter dan plot orisinal, berbeda dari trilogi sebelumnya.

Ket. Foto: — Sumber: ComicBook

Proyek ini melibatkan kembalinya Shawn?Levy sebagai produser, bersama Dan Levine dan Emily Morris dari 21?Laps. Namun belum ada sutradara yang diumumkan secara resmi .

Levy dan tim ingin memperbarui konsep film tersebut untuk generasi baru, tanpa menghadirkan tokoh asli seperti Larry Daley (Ben Stiller), meskipun belum tertutup peluang keterlibatan Stiller dalam kapasitas lain.

Reboot ini diinspirasi oleh novel tahun 1993 karya Milan?Trenc, sama seperti trilogi pertama yang dimulai pada 2006. Film tersebut berkisah tentang artefak Mesir kuno yang membuat pajangan museum menjadi hidup pada malam hari.

Film asli dibintangi Ben Stiller, Robin Williams, Owen Wilson, dan aktor ternama lainnya, serta merajai box office dengan pendapatan gabungan lebih dari US$1,3?miliar secara global.

Reboot ini tidak akan membawa kembali tokoh-tokoh sebelumnya. Alih-alih melanjutkan kisah Larry Daley, film ini akan memperkenalkan tokoh baru yang akan menjalani petualangan di lokasi museum berbeda .

Deadline melaporkan bahwa film ini digambarkan sebagai cerita baru dengan karakter baru di sebuah museum.

Meskipun Ben Stiller disebut kemungkinan tidak kembali sebagai aktor, beberapa laporan menyebut dia masih bisa tampil sebagai produser atau penasihat kreatif. Namun belum ada konfirmasi resmi mengenai peran ini.

Hal ini sejalan dengan fakta bahwa sekuel animasi Kahmunrah Rises Again (2022) juga tanpa kehadiran aktor orisinal, namun tetap menunjukkan antusiasme terhadap warisan cerita tersebut.

Pengembangan skenario oleh Tripper?Clancy berlangsung sejak pengumuman awal proyek pada 9 Juli 2025. Namun hingga kini belum ada rincian cast maupun jadwal produksi dan rilis .

Proyek ini masih dalam tahap awal, dengan fokus pada narasi dan struktur cerita baru. Casting dan lokasi syuting diprediksi akan diumumkan menyusul rampungnya naskah.

Meski cerita dan karakter baru menandai pergeseran dari trilogi sebelumnya, reboot ini tetap mempertahankan esensi fantasi keluarga, keajaiban museum di malam hari, dan keasyikan edukatif serta hiburan. Shawn?Levy berharap kombinasi elemen nostalgia dan inovasi akan menjangkau penonton lama dan generasi baru.

Hal ini sejalan dengan strategi Hollywood yang saat ini cenderung menghidupkan kembali warisan IP populer dengan pendekatan segar yang relevan dengan zaman.

Reboot ini muncul pada saat tren nostalgia tengah mendominasi film keluarga dan petualangan, termasuk film animasi dan spin-off waralaba legendaris. Dengan dukungan penuh dari Disney dan 21?Laps, proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu film besar keluarga dalam dua tahun ke depan.

Shawn?Levy pernah menyatakan bahwa trilogi Night at the Museum membentuk kariernya, dan kini ia berencana memanfaatkan pengalaman tersebut untuk menyajikan kisah baru yang tetap sarat keajaiban dan keterlibatan penonton.

Dengan campuran elemen edukasi sejarah, petualangan magis, dan humor yang sudah menjadi ciri khas, reboot ini menegaskan bahwa waralaba Night at the Museum akan terus hidup, adaptif, dan relevan bagi penonton lintas generasi.

Tapi hingga naskah selesai dan casting terungkap, semuanya masih mendebarkan dan bisa berubah. Namun satu hal pasti: museum akan kembali menganimasikan malam penonton dengan cara yang segar dan menakjubkan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.