Aturan Baru Liga Inggris Musim 2026/2027, Cek Detailnya!
Kamis, 20 Agu 2026, 18:20 WIBJAKARTA - Liga Premier Inggris akan memasuki musim baru dengan sejumlah perubahan aturan permainan yang perlu diperhatikan oleh pemain, pelatih, wasit, hingga penonton. Perubahan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian terhadap regulasi yang ditetapkan International Football Association Board (IFAB), termasuk aturan yang berkaitan dengan upaya mengurangi tindakan membuang waktu.
Salah satu perubahan yang cukup mencolok berkaitan dengan pemain yang mengalami cedera ketika pertandingan sedang berlangsung. Jika laga dihentikan karena seorang pemain mengalami cedera dan membutuhkan penanganan, pemain tersebut diwajibkan meninggalkan lapangan setidaknya selama satu menit sebelum dapat kembali bermain.
Aturan tersebut diperpanjang dari ketentuan sebelumnya yang menetapkan pemain hanya perlu berada di luar lapangan selama 30 detik. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi potensi penggunaan cedera sebagai cara untuk memperlambat tempo permainan, terutama ketika sebuah tim sedang mempertahankan keunggulan.
Perubahan lainnya berkaitan dengan kartu kuning kedua yang diberikan kepada seorang pemain. VAR kini dapat melakukan peninjauan apabila terdapat indikasi bahwa kartu kuning kedua diberikan secara jelas dan keliru, tetapi teknologi tersebut tidak digunakan untuk menilai kembali sebuah pelanggaran yang seharusnya berujung pada kartu kuning kedua.
Penerapan VAR sendiri tetap mempertahankan prinsip bahwa keputusan awal wasit tidak akan diubah kecuali ditemukan bukti mengenai "kesalahan yang jelas dan nyata". Proses peninjauan juga diarahkan agar berlangsung lebih cepat melalui sistem yang lebih efisien, termasuk pemanfaatan teknologi offside semi-otomatis.
Perhatian khusus juga diberikan terhadap tindakan yang dianggap sengaja memperlambat permainan ketika bola akan kembali dimainkan. Untuk lemparan ke dalam dan tendangan gawang yang ditunda, wasit akan menerapkan hitungan mundur lima detik dan pelanggaran terhadap batas tersebut dapat menyebabkan restart diberikan kepada pihak lawan sesuai situasi permainan.
Aturan pergantian pemain juga mengalami penyesuaian dengan memberikan waktu maksimal 10 detik kepada pemain yang digantikan untuk meninggalkan lapangan. Apabila pemain melewati batas waktu tersebut, pemain pengganti tidak diperbolehkan masuk hingga penghentian permainan berikutnya dan setelah satu menit berlalu.
Perubahan aturan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pertandingan tetap berjalan dengan tempo yang wajar serta mengurangi berbagai bentuk pemborosan waktu. Premier League juga tidak menerapkan seluruh inovasi yang digunakan dalam kompetisi internasional tertentu, sehingga sejumlah ketentuan yang terlihat dalam Piala Dunia tidak otomatis berlaku di liga Inggris.
Salah satu aturan yang tidak diterapkan adalah pembagian pertandingan menjadi empat babak dengan jeda minum sebagaimana digunakan dalam sejumlah kompetisi di Amerika Utara. Untuk Liga Premier, protokol water break tetap dapat diberlakukan apabila kondisi suhu saat kick-off mencapai lebih dari 30 derajat Celsius.
Selain itu, kewenangan VAR tidak diperluas untuk membatalkan keputusan wasit terkait pemberian tendangan sudut yang dinilai keliru. Penyesuaian tersebut menunjukkan bahwa penerapan teknologi tetap memiliki batas tertentu dan tidak seluruh keputusan teknis di lapangan dapat ditinjau ulang melalui VAR.
Regulasi mengenai kesalahan identitas juga tetap memiliki batas penerapan yang spesifik. Kartu kuning yang diberikan kepada pemain yang salah dapat ditinjau untuk memastikan identitas pemain yang melakukan pelanggaran, tetapi tindakan atau pelanggaran yang menjadi dasar kartu tersebut tidak dapat ditinjau ulang hanya karena adanya kesalahan identitas.
Premier League juga mempertahankan protokol tiga tahap dalam menangani dugaan tindakan diskriminatif yang terjadi di stadion. Dengan demikian, perubahan aturan musim baru tidak hanya berfokus pada teknis permainan, tetapi juga mencakup upaya menjaga integritas pertandingan, mempercepat permainan, serta menciptakan lingkungan sepak bola yang lebih tertib.
Bagi klub-klub Premier League, perubahan tersebut menuntut pemain dan staf kepelatihan untuk memahami regulasi secara lebih detail agar tidak kehilangan keuntungan akibat pelanggaran prosedural. Penerapan aturan baru juga akan menjadi perhatian besar bagi wasit karena setiap keputusan harus tetap konsisten dengan standar yang telah ditetapkan IFAB.
Dengan berbagai penyesuaian tersebut, musim baru Premier League dipastikan menghadirkan sejumlah situasi yang berbeda dibandingkan musim sebelumnya. Pemain yang mengalami cedera, proses pergantian, pelaksanaan restart, serta intervensi VAR menjadi beberapa aspek yang patut diperhatikan sejak pertandingan pertama musim berlangsung.
- Sepak Bola
- liga inggris
- FIFA
- English Premier League
- Video Assistant Referee (VAR)
- premier league
- The International Football Association Board (IFAB)
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Pemerintah Kabupaten Bogor Lakukan Penataan Kabel Utilitas
-
WNA Vietnam Dideportasi, Diduga Buka Praktik Dokter Gigi Ilegal di Kawasan Radio Dalam
-
Ancam Musuh-Musuhnya! Arteta Siapkan 'Megatransfer' Demi Amankan Singgasana Arsenal
-
Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Pasean Pamekasan
-
Otorita Pastikan 170 Proyek di IKN Utamakan Kualitas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.