Meksiko vs Ekuador: Tuan Rumah Berusaha Pertahankan Rekor Sempurna di Piala Dunia 2026
Selasa, 30 Jun 2026, 07:30 WIBMEXICO CITY, MEKSIKO â Tuan rumah Meksiko akan menghadapi Ekuador di babak 32 besar Piala Dunia 2026, Rabu (1/7) pagi WIB. Bermain di depan puluhan ribu pendukung sendiri, El Tri datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyapu bersih fase grup tanpa kebobolan satu gol pun.
Namun, Ekuador bukan lawan yang mudah. Tim Amerika Selatan itu membawa modal besar setelah menciptakan kejutan pada pertandingan terakhir fase grup dengan membalikkan keadaan dan mengalahkan Jerman 2-1. Hasil tersebut memastikan mereka lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Meksiko menjadi salah satu tim paling konsisten sepanjang fase grup. Pasukan Javier Aguirre memenangi seluruh tiga pertandingan Grup A, mencetak enam gol, dan menjaga gawang tetap bersih hingga mengamankan posisi juara grup dengan sembilan poin.
Perjalanan Meksiko dimulai dengan kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan dalam laga yang diwarnai tiga kartu merah. Julián Quiñones dan Raúl Jiménez menjadi pencetak gol yang membuka jalan bagi tuan rumah.
Meksiko kemudian meraih kemenangan tipis 1-0 atas Korea Selatan sebelum menutup fase grup dengan performa meyakinkan lewat kemenangan 3-0 atas Republik Ceko.
Keunggulan lain bagi Meksiko adalah faktor stadion. Mereka belum terkalahkan dalam sembilan pertandingan Piala Dunia yang dimainkan di kandang sendiri. Dukungan lebih dari 80 ribu suporter menjadi energi tambahan bagi skuad Aguirre.
Bagi Aguirre, turnamen ini juga memiliki nilai historis. Ini merupakan periode ketiganya sebagai pelatih Meksiko. Ia pernah tampil sebagai pemain di Piala Dunia 1986 dan menangani El Tri pada edisi 2002.
Menariknya, pada dua kesempatan tersebut, Meksiko sama-sama mencatat dua kemenangan dan satu hasil imbang di fase grup. Kini, generasi baru El Tri berhasil melampaui catatan tersebut dengan hasil sempurna.
Berbeda dengan Meksiko, perjalanan Ekuador di fase grup berlangsung penuh drama. Tim asuhan Sebastián Beccacece harus berjuang keras sebelum memastikan tiket ke babak gugur.
Ekuador kalah 0-1 dari Pantai Gading pada pertandingan pertama setelah kebobolan pada menit akhir. Mereka kemudian hanya bermain imbang 0-0 melawan Curacao meski menciptakan 27 tembakan ke arah gawang.
Nasib mereka akhirnya ditentukan pada laga terakhir melawan Jerman. Dalam pertandingan penuh kejutan, Ekuador bangkit dari ketertinggalan untuk menang 2-1.
Jerman unggul lebih dahulu melalui Leroy Sané, tetapi Ekuador membalas lewat Nilson Angulo sebelum Gonzalo Plata mencetak gol kemenangan pada menit ke-77.
Keberhasilan lolos ini menjadi kali kedua dalam sejarah Ekuador mereka melaju melewati fase grup Piala Dunia, setelah sebelumnya terjadi pada 2006.
Dalam sejarah pertemuan, Meksiko dan Ekuador sudah bertemu 28 kali. Meksiko unggul dengan 17 kemenangan, sementara Ekuador hanya menang empat kali dan tujuh laga berakhir imbang.
Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada laga persahabatan Oktober 2025 yang berakhir 1-1. Sementara di Piala Dunia, satu-satunya duel mereka terjadi pada edisi 2002 ketika Meksiko menang 2-1.
Meksiko tidak memiliki masalah cedera menjelang laga ini. Aguirre diperkirakan kembali memainkan Raúl Jiménez sejak menit awal setelah sang striker diistirahatkan saat menghadapi Republik Ceko.
Di bawah mistar, Raúl Rangel diperkirakan tetap menjadi pilihan utama. Pada laga sebelumnya, legenda Meksiko Guillermo Ochoa mencetak sejarah dengan tampil di Piala Dunia keenamnya, menyamai pencapaian Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Pemain muda berusia 17 tahun, Gilberto Mora, juga mencuri perhatian setelah menjadi pemain termuda Meksiko yang menjadi starter di Piala Dunia. Ia kemungkinan kembali mendapat kesempatan dari bangku cadangan.
Lini belakang Jorge Sanchez, Cesar Montes, Johan Vasquez, dan Jesus Gallardo diperkirakan tetap dipertahankan setelah mencatat tiga clean sheet beruntun.
Di kubu Ekuador, tidak ada masalah kebugaran berarti. Beccacece kemungkinan mempertahankan komposisi tim yang sukses mengalahkan Jerman.
Perhatian utama tertuju kepada kapten sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang masa Ekuador, Enner Valencia. Pemain berusia 36 tahun itu hanya membutuhkan satu gol lagi untuk mencapai 50 gol bersama tim nasional.
Meksiko datang dengan statistik sempurna dan dukungan penuh publik sendiri, tetapi Ekuador sudah membuktikan mampu bertahan dalam tekanan besar.
Jika El Tri mampu mempertahankan organisasi pertahanan seperti di fase grup, mereka memiliki peluang besar melanjutkan perjalanan. Namun, Ekuador memiliki senjata berbahaya dalam transisi serangan dan pengalaman Valencia di pertandingan besar.
Perkiraan Susunan Pemain
Meksiko:
Rangel; Sanchez, Montes, Vasquez, Gallardo; Lira, Romo, Gutierrez; Alvarado, Jimenez, Quinones.
Ekuador:
Galindez; Franco, Ordonez, Pacho, Hincapie; Yeboah, Caicedo, Vite, Angulo; Plata, Valencia.
- Ekuador
- Piala Dunia 2026
- Meksiko
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Ceko vs Meksiko: Tuan Rumah Bidik Sapu Bersih, Ceko Berjuang Hidupkan Peluang Lolos
-
Akhir Penantian Generasi Emas: Norwegia Siap Menggebrak Piala Dunia 2026
-
Pantai Gading vs Ekuador: Pertarungan Dua Kekuatan yang Memburu Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Trump Mengultimatum Iran Agar Menerima Kesepakatan atau Hadapi Lebih Banyak Pemboman
-
Ekuador Kalah Dramatis 0-1 Lawan Pantai Gading di Grup E
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.