Wimbledon Seperti Mainan Bagi Djokovic, Sinner dan Swiatek Siap Tancap Gas Menuju Gelar

Rabu, 09 Jul 2025, 09:25 WIB

LONDON, INGGRIS — Novak Djokovic tampil penuh percaya diri dalam perburuan gelar Grand Slam ke-25 di Wimbledon, sementara Jannik Sinner dan Iga Swiatek bersiap melangkah lebih dekat ke trofi pertama mereka di All England Club dalam lanjutan babak perempat final, Rabu (9/7) malam WIB.

Berikut sorotan pertandingan jelang sisa laga delapan besar:

Ket. Foto: Novak Djokovic — Sumber: AFP

Jannik Sinner vs Ben Shelton

Jannik Sinner lolos dari lubang jarum di babak keempat setelah lawannya, Grigor Dimitrov, terpaksa mundur saat unggul dua set. Namun, Sinner sendiri tampak kurang bugar setelah mengalami cedera siku akibat mendarat dengan posisi tidak ideal, dan absen dari sesi latihan Selasa lalu.

Petenis nomor satu dunia asal Italia itu harus berada dalam kondisi prima untuk mengatasi Ben Shelton, unggulan ke-10 asal Amerika Serikat yang tampil menawan sepanjang turnamen. Shelton didukung langsung oleh kekasihnya, bintang sepak bola AS Trinity Rodman, dan berhasil menembus perempat final Wimbledon untuk pertama kalinya setelah sebelumnya menembus semifinal US Open dan Australian Open.

“Ini semua terasa menyenangkan,” kata Shelton, 22 tahun. Ia bahkan berhasil memperpanjang cuti sang kakak agar bisa terus mendukungnya di London, usai mengajukan permohonan terbuka ke tempat kerja sang kakak, Morgan Stanley.

“Saya dikelilingi orang-orang yang saya sayangi. Ini pengalaman luar biasa bisa berbagi kemenangan bersama mereka,” tambahnya.

Novak Djokovic vs Flavio Cobolli

Flavio Cobolli sudah lebih dulu berhadapan dengan "seorang Djokovic" pekan ini—yakni Stefan, putra Novak, dalam sesi latihan.

“Saya akan bericara dulu dengan anak saya, siapa tahu dia bisa kasih bocoran soal permainan Cobolli,” canda Djokovic setelah menyingkirkan Alex de Minaur di babak keempat.

Juara tujuh kali Wimbledon ini kalah di final dua edisi terakhir dari Carlos Alcaraz, yang kini juga masih bertahan dalam perburuan gelar. Meski begitu, Djokovic menilai Sinner dan Alcaraz tetap dua pemain terbaik dunia saat ini.

Namun di usianya yang ke-38, Djokovic tahu Wimbledon adalah peluang terbaik untuk mencetak sejarah sebagai satu-satunya petenis—pria maupun wanita—yang mengoleksi 25 gelar Grand Slam tunggal.

“Rekam jejak saya di lapangan rumput selama beberapa tahun terakhir menunjukkan keyakinan di permukaan ini,” ujar Djokovic.

“Tahun ini saya main cukup bagus. Saya merasa percaya diri. Saya termotivasi untuk melangkah sampai akhir.”

Mirra Andreeva vs Belinda Bencic

Bintang muda WTA, Mirra Andreeva, menjadi petenis termuda yang lolos ke perempat final Wimbledon sejak 2007. Di bawah bimbingan juara Wimbledon 1994, Conchita Martinez, Andreeva melaju mulus tanpa kehilangan satu set pun.

Namun, remaja Russia unggulan ketujuh itu akan menghadapi tantangan berat dari Belinda Bencic. Petenis Swiss berusia 28 tahun ini tampil impresif meski baru setahun lalu melahirkan putrinya, Bella, pada April 2024. Kini ia sudah kembali menempati peringkat 35 dunia.

“Saya sendiri terkejut dengan seberapa cepat hasil bagus datang,” ujar Bencic. “Sekarang semuanya terasa berbeda, tapi keinginan untuk menang masih sama besarnya.”

Iga Swiatek vs Liudmila Samsonova

Pemenang lima gelar Grand Slam, Iga Swiatek, akhirnya menaklukkan ‘demon’ rumput dengan menembus perempat final Wimbledon untuk kedua kalinya. Hal ini menyusul keberhasilannya lolos ke final turnamen lapangan rumput pertamanya di Bad Homburg.

Namun lawannya, Samsonova, dikenal sebagai spesialis lapangan rumput dengan dua dari lima gelar WTA-nya diraih di permukaan ini. Petenis Russia peringkat 19 dunia itu mengaku lebih suka tidak mengetahui calon lawannya hingga menit-menit terakhir.

Mungkin kali ini dia benar-benar tak ingin tahu—Swiatek sudah mengalahkannya empat kali, termasuk enam set terakhir dengan total hanya kehilangan 10 gim.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.