BNPB Lanjutkan Modifikasi Cuaca Percepat Tangani Banjir Jabodetabek

Rabu, 09 Jul 2025, 11:16 WIB

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melanjutkan modifikasi cuaca sebagai upaya percepatan penanganan darurat area Jakarta dan sekitarnya pada 7–11 Juli 2025 guna mengantisipasi potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam pernyataan di Jakarta, Rabu (9/7), menyatakan pada Senin (7/7) telah dilaksanakan satu sorti penerbangan pesawat Cessna 208 Caravan PK-DPI membawa bahan semai sebanyak 800 kg Natrium Klorida (NaCl) dilakukan di atas langit pesisir Banten dan Lebak.

Ket. Foto: Tim BNPB mengawal operasi modifikasi cuaca pada Selasa (8/7/2025) — Sumber: ANTARA

"Pada Selasa (8/7) BNPB menambah satu armada pesawat Cessna Caravan PK-SNL untuk memaksimalkan operasi percepatan penanganan darurat banjir Jabodetabek. Dengan adanya penambahan armada, pada hari Selasa telah dilakukan total enam sorti penerbangan penyemaian NaCl. Dua sorti penerbangan PK-SNL melakukan penyemaian di wilayah perairan selatan Jawa Barat dan perairan utara Laut Jawa Barat," katanya.

Penyemaian itu bertujuan mengurangi suplai massa udara yang berpotensi masuk ke wilayah Jawa Barat dan Jakarta. Penyemaian itu menghabiskan total sebanyak 2.000 kg NaCl.

Empat sorti penerbangan dilakukan di langit pesisir utara Karawang dan Subang serta pesisir utara Indramayu. Masing-masing sorti penerbangan pesawat membawa 800 kg NaCl.

Berdasarkan pengamatan lapangan setelah operasi modifikasi cuaca, wilayah Jakarta, Bekasi, dan sekitarnya terpantau tidak turun hujan.

"Menyikapi bahaya yang dipicu faktor hidrometeorologi, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk selalu waspada dan siap siaga. Terkait dengan hidrometeorologi basah, khususnya banjir, tanah longsor, dan angin kencang. BNPB telah memberikan dukungan, antara lain operasi modifikasi cuaca," ucapnya.

Dia mengimbau seluruh masyarakat di wilayah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan tanah longsor, dan angin kencang, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi di beberapa daerah.

Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), potensi cuaca ekstrem dalam tiga hari ke depan untuk wilayah Jabodetabek terpantau melandai.

Pada Rabu (9/7) prakiraan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta menunjukkan bebas cuaca ekstrem, sedangkan untuk wilayah Banten dan Jawa Barat, cuaca ekstrem berupa angin kencang berpotensi terjadi di wilayah tersebut.

Potensi angin kencang juga masih akan berlanjut di wilayah Banten pada Kamis, 10 Juli 2025.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.