- Home
-
- Luar Negeri
-
- Ilmuwan AS Gunakan Data Sa...
Ilmuwan AS Gunakan Data Satelit Guna Pemulihan Kebakaran Hutan
Selasa, 08 Jul 2025, 16:33 WIBLOS ANGELES - Ilmuwan di National Science Foundation National Center for Atmospheric Research (NSF NCAR) Amerika Serikat mengembangkan sebuah metode yang hemat biaya dengan menggunakan data satelit untuk menilai bagaimana hutan dapat pulih dari kebakaran hutan dan lahan.
Penggunaan data satelit untuk pascakarhutla itu berpotensi mengubah praktik pengelolaan lahan dan kebakaran, demikian menurut sebuah rilis dari NSF NCAR pada Senin (7/7).
Studi ilmiah tersebut menggabungkan citra dari dua satelit NASA dengan data klasifikasi lahan khusus dari Survei Geologi AS. Pendekatan ini memungkinkan para ilmuwan dapat mengevaluasi persentase pemulihan hutan dan membandingkan kecepatan regenerasi di berbagai kategori perlindungan lahan.
Biasanya, pemulihan area yang terbakar dievaluasi melalui survei lapangan yang membutuhkan banyak waktu dan tenaga.
Metode penginderaan jauh baru ini menawarkan alternatif yang lebih cepat dan lebih ekonomis, ungkap penelitian tersebut.
"Kami telah mengembangkan kerangka kerja sederhana yang dapat memberikan kemampuan kepada para pengelola lahan dan kebakaran untuk melihat dengan mudah upaya apa saja yang dapat membuat perbedaan dalam pemulihan hutan pascakebakaran," ujar Shima Shams, ilmuwan NSF NCAR sekaligus peneliti utama dalam studi itu.
"Metode ini merupakan cara yang cepat dan hemat biaya untuk membantu mereka mengetahui di mana mereka harus memfokuskan dana guna mendapatkan manfaat yang maksimal," lanjutnya. Ant/Xinhua
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Tiongkok Catat 200 Juta Lebih Perjalanan Antardaerah Saat Imlek
-
Pemkab Gorontalo Gelar Navigasi Iman, Ribuan Warga Padati Masjid Agung Baiturrahman
-
Kebakaran di Los Angeles Sebabkan Kerugian Rp 2.459 Triliun
-
Pencarian Korban di Tengah Persiapan Pemadam Kebakaran LA Menghadapi Angin Kencang
-
Menperin Tekankan Transformasi Industri Batik, Tak Hanya Simbol Tradisi tapi Bagian dari Gaya Hidup Masa Kini
-
Jumlah Korban Tewas Kebakaran di LA Meningkat menjadi 24 Orang
-
Geram, Gubernur California Tuding Elon Musk Sebarkan Kebohongan Soal Kebakaran LA
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.