Menperin Tekankan Transformasi Industri Batik, Tak Hanya Simbol Tradisi tapi Bagian dari Gaya Hidup Masa Kini

Rabu, 30 Jul 2025, 22:22 WIB

JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat komitmennya dalam melestarikan dan mengembangkan industri batik nasional agar semakin adaptif terhadap dinamika pasar, khususnya dalam menghadapi pergeseran tren dan selera generasi muda. 

Upaya ini dijalankan secara strategis oleh Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) yang bekerja sama dengan Yayasan Batik Indonesia (YBI), sebagai bagian dari langkah untuk menjaga warisan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. 

Ket. Foto: ki-ka: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Widyanti Putri Wardhana, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Ketua Umum Dekranas Selvi Gibran Rakabuming saat menghadiri pembukaan Gelar Batik Nusantara (GBN) 2025 di Pa — Sumber: Kemenperin

“Saya ingin GBN dapat menjadi gerakan besar, suatu pengingat bagi kita untuk mencintai, menggunakan dan melestarikan batik sebagai identitas bangsa. Kita perlu bersama-sama menumbuhkan dan menjaga kebanggaan masyarakat terhadap batik yang tidak hanya sebagai simbol tradisi, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup masa kini. Ini tidak kuno, ini berkelas, dan bisa menjadi industri yang jangka panjang,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam pembukaan Gelar Batik Nusantara (GBN) 2025 di Pasaraya Blok M, Jakarta Rabu (30/7).

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Selvi Gibran Rakabuming, Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Widyanti Putri Wardhana, pendiri Yayasan Batik Indonesia (YBI) Jultin Ginandjar Kartasasmita serta Ketua Umum Yayasan Batik Indonesia (YBI) Gita Gita Pratama Kartasasmita.

Menperin menyebut industri batik perlu melakukan inovasi produk, meningkatkan daya saing produk, efisiensi produksi, sampai edukasi mengenai batik kepada target konsumen, demi menghadapi pergeseran selera pasar, terutama untuk membidik pasar generasi muda (Generasi Z). Hal ini diperlukan mengingat Generasi Z yang memiliki karakter berjiwa aktif, mengedepankan orisinalitas atau keunikan dari makna suatu produk, sertq peka terhadap isu sosial dan lingkungan. 

Dalam konteks tersebut, Menperin menegaskan pelestarian batik harus disertai kontribusi nyata masyarakat melalui konsumsi produk dalam negeri. “Bangga saja tidak cukup. Kita semua harus belanja produk batik. Karena dengan belanja, kita melestarikan ekosistem budaya nasional, sekaligus menggerakkan ekonomi para pengrajin batik di berbagai daerah,” tegasnya.

Hadapi Tantangan

Saat ini, industri batik tersebar di 11 provinsi dengan hampir 6.000 unit usaha dan sekitar 200 sentra IKM. Namun, tantangan regenerasi dan peralihan profesi membuat jumlah perajin menurun signifikan sejak pandemi. Oleh karena itu, Kemenperin mendorong inovasi dalam desain, teknologi, serta strategi pemasaran untuk menjangkau pasar baru seperti Generasi Z.

Data Direktori Sentra Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 menunjukkan nilai ekspor batik masih di bawah USD 8 juta, namun meningkat 76% dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, pasar domestik memperlihatkan pertumbuhan signifikan dengan batik yang kini semakin dipakai sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari, terutama di kalangan anak muda.

“Tren di kalangan generasi muda Indonesia saat ini menunjukkan bahwa batik semakin sering dikenakan dalam keseharian, tidak terbatas pada acara formal. Ini merupakan peluang emas yang perlu dimanfaatkan melalui inovasi desain dan strategi pemasaran yang tepat,” ungkap Menperin.

Dalam rangkaian GBN dan Hari Batik Nasional 2025, Kemenperin menyelenggarakan sejumlah webinar seperti “Batik untuk Gen Z: Tradisi Menjawab Tren” dan “Cinta Wastra Nusantara: Penerapan Keberlanjutan Lingkungan pada Industri Batik”, yang bertujuan mendekatkan batik dengan pasar muda serta memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.

Tahun ini, Kemenperin dan YBI menetapkan Batik Merawit asal Cirebon sebagai ikon Gelar Batik Nasional-Hari Batik Nasional 2025. Pameran Gelar Batik Nusantara diselenggarakan pada 30 Juli-3 Agustus 2025 di Pasaraya Blok M Jakarta, dengan berbagai rangkaian program kegiatan di dalamnya. 

Selain pameran dari sejumlah IKM, akan ada fashion show, talkshow, dan workshop sepanjang acara berlangsung. Adapun talkshow tersebut di antaranya mengangkat topik “Mengenal Batik Sawit Ramah Lingkungan”, “Urban Batik, Ketika Warisan Menjadi Gaya”, “Memeluk Warisan, Menyapa Masa Kini”, serta talkshow “Menggambar dan Menulis sebagai Upaya Preservasi Industri dan Budaya Batik”. 

"Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, serta kalangan akademisi menjadi faktor kunci dalam membangun ekosistem industri batik yang kuat dan berkelanjutan. Upaya ini tidak hanya menjaga warisan budaya leluhur, tetapi juga meletakan fondasi bagi masa depan industri wastra nusantara yang berdaya saing menuju visi Indonesia Emas 2045,” imbuh Menperin.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.