Perseteruan Berlanjut, Trump Sebut Partai Politik Elon Musk 'Konyol'

Senin, 07 Jul 2025, 09:35 WIB

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Minggu (6/7), mengecam peluncuran partai politik baru oleh mantan sekutunya Elon Musk sebagai hal yang "konyol", memperdalam perseteruan Partai Republik dengan orang yang pernah menjadi pendukung terbesarnya.

Trump juga mencap taipan SpaceX dan Tesla itu "KERACUNAN KERETA" yang "keluar jalur" setelah Musk mengatakan ingin menantang sistem politik AS saat ini.

Ket. Foto: Presiden Trump melepas Elon Musk di Ruang Oval, dalam upacara dimana Musk muncul dengan mata hitam di Gedung Putih. — Sumber: AFP

Orang terkaya di dunia itu hampir tidak terpisahkan dari Trump saat ia mengepalai "Departemen Efisiensi Pemerintah" yang melakukan pemotongan biaya. Namun keduanya berselisih paham akibat pajak "yang besar dan indah" dan RUU belanja besar-besaran sang presiden.

"Saya pikir tidak masuk akal untuk memulai partai ketiga," kata Trump kepada wartawan sebelum menaiki Air Force One dalam perjalanan kembali ke Washington dari klub golfnya di New Jersey.

"Sistem ini selalu dua partai, dan menurut saya memulai partai ketiga hanya akan menambah kebingungan. Partai ketiga tidak pernah berhasil. Jadi dia bisa bersenang-senang dengan itu, tetapi menurut saya itu konyol," katanya.

Musk yang lahir di Afrika Selatan pada hari Sabtu mengumumkan akan membentuk "Partai Amerika" untuk menantang yang ia sebut sebagai "sistem satu partai" di Amerika Serikat.

Musk mengatakan rencana belanja domestik besar-besaran presiden akan meledakkan utang AS, dan ia berjanji untuk melakukan segala daya untuk mengalahkan anggota parlemen yang memilihnya. 

Mantan bos DOGE, yang memimpin upaya besar memangkas pengeluaran federal dan memotong lapangan kerja itu menyamakan Partai Republik Trump dengan pesaingnya Partai Demokrat dalam hal pengeluaran domestik. 

"Jika menyangkut kebangkrutan negara kita dengan pemborosan & korupsi, kita hidup dalam sistem satu partai, bukan demokrasi," kata Musk di X, platform media sosial miliknya.

Musk memberikan sedikit perincian mengenai rencananya dan tidak jelas apakah ia telah mendaftarkan partainya pada otoritas pemilu AS, tetapi hal itu dapat menyebabkan Partai Republik pusing dalam pemilihan sela 2026 -- dan seterusnya.

Sebagai tanda betapa sensitifnya isu ini bagi Trump, ia menggunakan jaringan Truth Social miliknya saat masih berada di Air Force One untuk menggandakan serangannya terhadap Musk.

"Saya sedih melihat Elon Musk benar-benar 'keluar jalur', pada dasarnya menjadi KECELAKAAN KERETA API selama lima minggu terakhir," tulis Trump.

"Satu hal yang bisa dilakukan oleh Pihak Ketiga adalah menciptakan GANGGUAN & KEKACAUAN yang Total dan Menyeluruh, dan kita sudah muak dengan Demokrat Kiri Radikal."

Dalam kecamannya, Trump mengulangi pernyataan sebelumnya bahwa kepemilikan Musk atas perusahaan kendaraan listrik Tesla telah membuatnya berbalik menyerang presiden karena RUU belanja yang memotong subsidi untuk mobil semacam itu.

Musk bersikeras penentangannya terutama disebabkan oleh RUU tersebut yang meningkatkan defisit fiskal dan utang negara AS.

Sebelumnya pada hari Minggu, Menteri Keuangan Scott Bessent juga mengkritik upaya Musk memasuki keributan politik, dengan memintanya untuk tetap menjalankan perusahaannya.

Ketika ditanya oleh CNN apakah rencana Musk mengganggu pemerintahan Trump, Bessent memberikan kritik yang tidak terlalu terselubung.

"Saya yakin dewan direksi di berbagai perusahaannya ingin dia kembali dan menjalankan perusahaan tersebut, dimana dia lebih ahli di bidangnya daripada siapa pun," kata Bessent.

"Jadi saya bayangkan dewan direksi itu tidak menyukai pengumuman kemarin dan akan mendorongnya untuk fokus pada kegiatan bisnisnya, bukan kegiatan politiknya."

Musk meninggalkan DOGE pada bulan Mei untuk fokus penuh pada tanggung jawab perusahaannya, dengan penjualan dan citra Tesla yang terutama terdampak akibat keterlibatannya yang singkat dalam lingkaran dalam Trump.

Trump melepasnya dengan megah di Ruang Oval, selama upacara dimana Musk muncul dengan mata hitam dan menerima kunci emas ke Gedung Putih dari presiden.

Namun beberapa hari kemudian, keduanya saling bertukar hinaan pedas di media sosial setelah Musk mengkritik rancangan undang-undang belanja andalan Trump.

Trump tidak berkomentar pada hari Minggu ketika ditanya apakah dia akan meminta Musk untuk mengembalikan kunci emas tersebut.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.