Gubernur NTB Berkomitmen Bantu Industri Tahu yang Terdampak Banjir
Senin, 07 Jul 2025, 21:12 WIBMATARAM â Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, berkomitmen membantu pemulihan ekonomi bagi puluhan pabrik tahu yang terdampak banjir di Kota Mataram, NTB.
"Banyak sekali yang kena (dampak banjir) itu industri tahu. Di Kekalik, industri tahu ada puluhan yang terdampak banjir," ujarnya di Mataram, NTB, Senin (7/7).
Iqbal menuturkan air banjir bercampur lumpur merendam kacang kedelai yang merupakan bahan baku utama untuk pembuatan tahu.
Banyak industri tahu yang berada di Kelurahan Kekalik Jaya hari ini tidak bisa bekerja karena mereka harus membersihkan pabrik yang dipenuhi lumpur akibat terbawa banjir.
"Mereka tidak bisa berproduksi lagi karena hari ini fokus membersihkan pabrik. Mereka sepertinya butuh stimulan dalam bentuk bahan baku, sehingga dapat menggerakkan ekonomi di kampung-kampung terdampak banjir," kata Iqbal.
Lebih lanjut, dia memerintahkan organisasi perangkat daerah terkait untuk memetakan jumlah industri tahu yang terdampak banjir di Kota Mataram.
Iqbal berjanji untuk mengupayakan pemberian bantuan modal sebanyak satu kuintal kacang kedelai bagi setiap industri tahu yang terdampak banjir.
"Saya sebagai penggemar tahu agak khawatir dengan situasi ini, jangan sampai terjadi inflasi tahu. Kita tidak bisa beli tahu karena harga tahu mahal," sebutnya.
Hujan lebat yang berlangsung sekitar enam jam merendam enam kecamatan di Kota Mataram pada 6 Juli 2025.
Hasil analisa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan hujan lebat yang terjadi di Kota Mataram menghasilkan tumpahan air sekitar 4,2 miliar liter.
Volume curah hujan yang tercatat melalui data Agroclimate/Automatic Weather Stasiun (AAWS/AWS) dan Automatic Rain Gauge (ARG) adalah AWS Sigerongan sebanyak 111,4 milimeter, AAWS Stasiun Klimatologi NTB sebanyak 74,0 milimeter, dan ARG Mataram sebanyak 71,4 milimeter.
Kepala Stasiun Klimatologi NTB Nuga Putrantijo mengatakan kriteria volume curah hujan yang tercatat itu masuk ke dalam kategori hujan lebat dalam skala harian (sampai dengan 100 milimeter per hari) dan hujan ekstrem dalam skala jam (lebih dari 50 milimeter per jam).
- Perajin Tahu
- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB)
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
KPK Ungkap Alasan Penetapan Yaqut dan Gus Alex Tersangka Kasus Kuota Haji
-
Trump Ogah Gencatan Senjata Klaim Iran Sudah Melemah
-
Disdikpora Cianjur: Hari Pertama 6.000 Calon Siswa SMP Daftar "Online"
-
Empat Pembangkit EBT Siap Gantikan PLTU Cirebon 1
-
Climate Impact Innovations Challenge Kembali Digelar dengan Total Rp15 Miliar
-
Rapat Kerja Komisi IV DPR Fokus pada Pemulihan Pascabencana
-
Pak Ribut Guru Kocak Beri Edukasi Kebencanaan untuk Siswa SDN 01 Pagowan Lumajang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.