Bahaya! 100 Titik Panas Picu Karhutla Ditemukan Aktivis di Sumsel

Senin, 07 Jul 2025, 02:30 WIB

Palembang - Aktivis lingkungan dari Perkumpulan Lingkar Hijau Sumatera Selatan (Sumsel) dalam sebulan terakhir telah mendeteksi lebih dari 100 titik panas di sejumlah kabupaten dalam provinsi setempat yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau 2025.

"Titik panas tersebut perlu diantisipasi oleh masyarakat dan satgas penanggulangan karhutla dengan melakukan kegiatan pendinginan dan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan lainnya," kata Direktur Perkumpulan Lingkar Hijau Sumsel, Anwar Sadat di Palembang, Ahad (6/7).

Ket. Foto: Direktur Perkumpulan Lingkar Hijau Sumsel, Anwar Sadat — Sumber: Antara

Menurut dia, titik panas yang terdeteksi melalui satelit Aqua, Landsat-8, dan NOAA itu selama Juni hingga Juli 2025 ini lebih dari 100 titik yang tersebar di sejumlah kabupaten rawan kebakaran hutan dan lahan, seperti Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba) Musirawas, Lahat, dan Kabupaten Pali.

Keberadaan titik panas tersebut, menurut dia, jika tidak mendapat perhatian dalam penanggulangannya maka bisa menjadi titik api yang dapat mengakibatkan karhutla besar dan menimbulkan bencana kabut asap dampak dari terbakarnya lahan pertanian, perkebunan, dan kawasan hutan.

"Bencana kabut asap tidak boleh dibiarkan terjadi karena dampaknya dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi anak-anak hingga orang tua lanjut usia (lansia)," ujar Anwar.

Sebelumnya Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, M Iqbal Alisyabana menjelaskan bahwa jumlah titik panas (hot spot) di Sumsel pada Juni 2025 terdeteksi cukup tinggi mencapai 169 titik panas.

Untuk mencegah terjadinya karhutla pada musim kemarau 2025 ini, kata dia, sejak beberapa bulan terakhir pihaknya bersama satgas gabungan penanggulangan karhutla melakukan berbagai tindakan antisipasi melalui operasi darat dan udara.

Dia menyebut beberapa kabupaten yang terdeteksi titik panas tersebut menjadi perhatian satgas gabungan dengan melakukan kegiatan pembasahan dan sosialisasi kepada masyarakat dan pihak perusahaan perkebunan untuk melakukan berbagai tindakan pencegahan serta menjauhi kegiatan pembakaran untuk alasan apapun.

"Melalui upaya itu dan partisipasi dari masyarakat serta pihak perusahaan perkebunan, diharapkan karhutla pada musim kemarau tahun ini bisa ditekan seminimal mungkin, sehingga bencana kabut asap dapat dihindari," ujar Iqbal.

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.