- Home
-
- Megapolitan
-
- Pengaturan di Simpang Jala...
Pengaturan di Simpang Jalan yang Statis Jadi Sebab Macet Jakarta
Kamis, 03 Jul 2025, 19:02 WIBJAKARTA - Pengaturan di simpang jalan yang masih statis dan belum adaptif dinilai menjadi salah satu penyebab Jakarta macet, selain ketidakseimbangan pertumbuhan jumlah kendaraan dan ketersediaan ruas jalan.Â
"Jika di satu persimpangan pengaturannya statis, bisa terjadi ada satu kaki simpang dengan volume lalu lintas tinggi tapi warna hijau (lampu lalu lintas) sedikit (sebentar)," ujar dia di Jakarta, Kamis (3/7).
Akibatnya, kata dia, simpang itu mendapatkan warna merah yang lama dan ini menyebabkan antrean panjang (kendaraan.
Karena itu, Syafrin merancang proyek penambahan jumlah simpang yang dipasangi teknologi "Intelligent Traffic Control System" (ITSC) atau Sistem Kontrol Lalu Lintas Pintar.
Dengan begitu, lampu lalu lintas menjadi adaptif terhadap pergerakan lalu lintas di setiap simpang.
"Dan dengan itu, maka hambatan-hambatan di persimpangan bisa diminimalisir atau bahkan dihilangkan," kata Syafrin.
Teknologi ITCS memungkinkan pengaturan lalu lintas berbasis data seketika (real-time) dan terintegrasi dalam penegakan hukum secara elektronik (ETLE) agar penanganan kemacetan di Jakarta lebih efektif dan berdampak lebih luas.
Syafrin menjelaskan, implementasi proyek ini dirancang dalam tiga tahap, yaitu jangka pendek (0-2 bulan) yang mencakup penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pemanfaatan data ITCS dan pengoperasian awal lima simpang ITCS.
Lalu, jangka menengah (6-12 bulan) yang mencakup dimulainya penegakan hukum secara elektronik terhadap pelanggaran lalu lintas, pajak dan uji emisi.
Kemudian, jangka panjang (lebih dari 12 bulan) yang menargetkan pengembangan hingga total 321 simpang ITCS di seluruh wilayah Jakarta. Ini termasuk integrasi sistem dengan Kawasan Rendah Emisi (KRE) dan Pengendalian Lalu Lintas Secara Elektronik (PL2SE).
Syafrin berharap teknologi cerdas melalui pengembangan ITCS secara masif bisa dilaksanakan di simpang-simpang prioritas Jakarta.
Hal ini untuk mengoptimalkan pengaturan waktu lampu lalu lintas secara adaptif dan "real-time" agar arus lalu lintas menjadi lebih dinamis dan kelancaran lalu lintas dapat meningkat secara signifikan.
Selain itu, diharapkan dapat menciptakan budaya tertib berlalu lintas sehingga dapat terwujudnya keselamatan dan kelancaran di jalan. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Sumut Luncurkan Aplikasi BRS SDGs, Sistem Pendaftaran Bisnis Digital Pertama di Indonesia
-
Devisa Terkuras Demi Bayar Utang dan Intervensi Rupiah, Dompet Negara Mulai Tipis?
-
MBG Dorong Konsumsi Susu, Kemenperin: Limbah Kemasan Harus Dikelola Biar Tidak Cemari Lingkungan
-
Wagub Taj Yasin Tumbuhkan Kesadaran Ekologis Para Santri, Ini yang Beliau Lakukan!
-
Bupati Bulungan Sebut Sapi Kurban Presiden dan Pemkab Berasal dari Peternak Daerah
-
Babak Baru Timur Tengah: Gencatan Senjata AS-Iran Juga Berlaku di Lebanon
-
Pemerintah Diminta Perkuat Kewaspadaan Akan Hantavirus dengan Sistem Terpadu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.