Kapal Tenggelam di Perairan Selat Bali, Empat Tewas dan 30 Orang Masih Hilang
Kamis, 03 Jul 2025, 14:40 WIBJAKARTA - Empat orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 30 lainnya dinyatakan hilang setelah sebuah kapal feri yang mengangkut 65 orang tenggelam di perairan antara Surabaya dan Bali. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyatakan bahwa proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung dengan kondisi laut yang cukup sulit.
KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam kurang dari setengah jam setelah berlayar dari Pelabuhan Surabaya pada Rabu malam, 17 Juli 2025, menuju Pulau Bali. Kapal tersebut membawa total 53 penumpang dan 12 awak kapal serta mengangkut 22 unit kendaraan.
Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tim penyelamat menghadapi kendala serius dalam proses pencarian korban, termasuk arus laut yang deras dan angin kencang di lokasi kejadian. Meski demikian, satu unit helikopter dan 13 penyelam profesional telah dikerahkan untuk memperluas pencarian di bawah laut.
Sebuah video yang dirilis oleh Basarnas memperlihatkan momen saat jenazah salah satu korban diangkat dari perahu nelayan dan dibawa ke daratan. Kondisi perairan dalam video tampak cukup tenang meskipun pencarian disebut berlangsung dalam cuaca yang tidak mendukung.
Belum ada keterangan resmi terkait kewarganegaraan para penumpang kapal tersebut. Namun, berdasarkan data yang ada, seluruh penumpang tercatat sebagai warga negara Indonesia tanpa adanya penumpang asing.
Feri merupakan salah satu moda transportasi utama di Indonesia yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau, menjadikannya krusial dalam konektivitas antarwilayah. Namun, kecelakaan kapal masih sering terjadi akibat lemahnya penerapan standar keselamatan, seperti kelebihan muatan dan kurangnya alat keselamatan.
Pada tahun 2023, peristiwa serupa terjadi di wilayah perairan Sulawesi, ketika sebuah kapal feri kecil terbalik dan menewaskan sedikitnya 15 orang. Insiden tersebut kembali menyoroti pentingnya peningkatan pengawasan dan penegakan aturan keselamatan pelayaran di Indonesia.
Dari total 65 orang yang berada di atas kapal KMP Tunu Pratama Jaya, sejauh ini sebanyak 31 orang dilaporkan selamat. Proses identifikasi para korban meninggal dan penyelamatan korban selamat masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan.
Basarnas juga menjelaskan bahwa seluruh upaya saat ini difokuskan untuk menemukan 30 orang yang masih dinyatakan hilang. Koordinasi terus dilakukan antara unsur SAR laut, udara, dan instansi terkait lainnya guna mengoptimalkan operasi pencarian.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan bagi pemerintah dan pelaku usaha transportasi laut agar lebih serius dalam menjamin keselamatan pelayaran. Pemerintah diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap armada penyeberangan dan memperketat regulasi yang berlaku.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Wisatawan Tiongkok Catat Pertumbuhan Minat Tertinggi ke Indonesia pada Semester I 2026
-
Kapal Pengangkut Imigran Gelap Asal Indonesia Tenggelam di Perairan Malaysia, 23 Orang Selamat, 14 Hilang
-
Kapal pengangkut pertalite meledak di Sungai Kapuas
-
Baptiste Hentikan Dominasi Sabalenka
-
Total 39 Korban Ditemukan, Pencarian Kapal WNI Tenggelam di Perak Resmi Berakhir
-
Daewoong Hadirkan Obat Inovatif P-CAB ‘Fexuprazan’, Resmi Dapat Persetujuan BPOM di Indonesia.
-
Pasca Lebaran, Sekretariat DPRD DKI Jakarta Gelar Cek Kesehatan Gratis Bagi Pegawai
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.