- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Ancam Kenakan Tarif ...
Trump Ancam Kenakan Tarif ke Jepang atas Ekspor Beras AS
Rabu, 02 Jul 2025, 01:10 WIBWASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (30/6), mengancam akan mengirim surat ke Tokyo berisi ketentuan tarif baru, beberapa hari sebelum batas waktu di mana pungutan yang lebih tinggi akan dimulai kembali untuk puluhan mitra dagang, termasuk Jepang.
Trump dalam komentarnya di media sosial menyampaikan mengenai apa yang disebutnya keengganan Jepang untuk menerima ekspor beras dari AS, muncul setelah penasihat ekonomi utamanya secara terpisah mengisyaratkan rencana untuk menyelesaikan kesepakatan dengan negara-negara lain dalam beberapa hari mendatang.
âSaya sangat menghormati Jepang, mereka tidak mau mengambil beras kita, namun mereka mengalami kekurangan beras yang besar,â tulis Trump di platform Truth Social miliknya seperti dikutip dari The Straits Times.
âDengan kata lain, kami hanya akan mengirimi mereka surat, dan kami senang memiliki mereka sebagai mitra dagang selama bertahun-tahun mendatang,â tambahnya.
Pada awal bulan Juni, Trump mengatakan bahwa ia akan memberi tahu negara-negara lain tentang tarif sepihak AS dengan mengirimkan surat untuk memberi tahu mereka âapa kesepakatannyaâ.
Asosiasi perdagangan untuk industri beras di AS mengatakan di situs webnya bahwa Jepang adalah pasar ekspor beras giling terbesar kedua bagi AS dari sisi volume.
Sementara itu, Trump mengenakan tarif sebesar 10 persen pada impor dari sebagian besar mitra dagang pada bulan April. Trump telah mengumumkan ketentuan tersebut, kemudian menghentikan sementara lalu mengenakan tarif yang lebih tinggi pada puluhan negara untuk memberi ruang bagi negosiasi.
Penangguhan sementara itu berakhir pada tanggal 9 Juli, yang berarti kenaikan tarif akan mulai berlaku minggu depan jika negara-negara gagal mencapai kesepakatan dengan Washington untuk mencegahnya.
Hingga saat ini, hanya dua pakta yang telah diumumkan. Satu adalah kerangka kerja yang luas dengan Inggris, dan yang lainnya adalah kesepakatan untuk sementara waktu menurunkan bea masuk yang tinggi dengan Tiongkok.
Sebelumnya pada tanggal 30 Juni, direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett mengatakan bahwa Washington memiliki jumlah pakta, termasuk kerangka kerja, yang mendekati kesepakatan.
Ia mengatakan bahwa segera setelah paket besar keringanan pajak dan pemotongan belanja disahkan, ia mengharapkan adanya sesi maraton untuk membahas tarif dengan Trump dan memutuskan tarif untuk negara-negara tertentu. Para anggota parlemen berharap RUU besar itu bisa sampai ke meja Trump paling lambat tanggal 4 Juli.
- hubungan dagang
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Rangkaian Paskah, Umat Katolik Kaltara visualisasikan Jalan Salib
-
Target Ambisius: Pemerintah Kebut Pembangunan 33 PLTSa, Dimulai dari 7 Proyek pada 2026
-
Pasar Latin Nggak Bisa Diabaikan Lagi: Cili Buktiin Dagang RI Naik 12% Pasca CEPA
-
Kemenkeu Berniat Gelar Tabayyun dengan MUI Mengenai Pajak
-
Prabowo Awali Agenda di Washington DC dengan Temui Komunitas Bisnis AS
-
Pidato Kebudayaan "Suara Bajaj dari Cikini”, Refleksi Atas Identitas Jakarta yang Kian Berubah
-
Pemkab Penajam Usulkan 168 Km Jalan Sepaku Dilimpahkan ke Otorita Ibu Kota Nusantara agar Perbaikan Infrastruktur Dipercepat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.