Relawan Tagana Lebak Siaga Hadapi Puncak Cuaca Ekstrem

Selasa, 01 Jul 2025, 17:15 WIB

Lebak -- Relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten siaga menghadapi puncak cuaca ekstrem yang ditandai curah hujan tinggi disertai angin kencang dan sambaran petir/kilat.

"Kami juga siaga selama 24 jam dengan memberlakukan piket untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat menyusul cuaca ekstrem," kata Wakil Ketua Tagana Kabupaten Lebak Edi Junaedi di Lebak, Selasa.

Ket. Foto: Relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten siaga menghadapi puncak cuaca ekstrem yang ditandai curah hujan tinggi disertai angin kencang dan sambaran petir/kilat. — Sumber: ANTARA/Mansur

Relawan Tagana Kabupaten Lebak hingga kini memberlakukan siaga menghadapi cuaca ekstrem guna mengurangi risiko kebencanaan.

Relawan Tagana sebanyak 224 orang dengan memberlakukan piket secara bergiliran di posko siaga, terlebih curah hujan beberapa hari ke depan cenderung meningkat.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) bahwa curah hujan masih tinggi di bulan Juli 2025.

Oleh karena itu, relawan Tagana Kabupaten Lebak minta masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana alam agar meningkatkan kewaspadaan, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Sebab, cuaca ekstrem bisa menimbulkan bencana alam, seperti banjir, angin puting beliung, longsor, pergerakan tanah hingga gelombang tinggi.

Peluang cuaca ekstrem itu berpotensi terjadi sore hingga malam hari terjadi di wilayah selatan Kabupaten Lebak.

"Kami sudah menyiagakan relawan dan ketersediaan logistik, termasuk kendaraan dapur umum," katanya menjelaskan.

Ia mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk BPBD untuk penanggulangan pascabencana agar para korban bisa terlayani untuk kebutuhan pelayanan dasar.

Oleh karena itu, pihaknya menyediakan peralatan evakuasi seperti perahu karet, pelampung serta mobil rescue, kendaraan dapur, tenda pengungsian dan kebutuhan logistik.

"Kami bergerak cepat setelah menerima adanya bencana alam untuk melakukan pertolongan dan evakuasi," katanya.

Sementara itu, sejumlah warga yang tinggal di daerah rawan bencana mengakui bahwa mereka terus meningkatkan kewaspadaan banjir, sebab pekan lalu kondisi rumahnya tergenang air setinggi 30 centimeter akibat cuaca ekstrem.

"Kami merasa senang adanya relawan Tagana, karena mereka cukup membantu masyarakat jika terjadi bencana alam," kata Siti Nisa (40) warga Komdik Rangkasbitung Kabupaten Lebak.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.