Alcaraz Lolos dari Ancaman Fognini di Laga Pembuka Wimbledon

Selasa, 01 Jul 2025, 06:00 WIB

LONDON, INGGRIS - Carlos Alcaraz harus melewati ujian berat saat memulai upaya mempertahankan gelar Wimbledon, Selasa (1/7) dini hari WIB. Menghadapi petenis veteran Italia, Fabio Fognini, Alcaraz dipaksa bermain lima set sebelum menang 7-5, 6-7(5), 7-5, 2-6, 6-1 dalam pertandingan berdurasi empat jam 37 menit di Centre Court yang dipenuhi suhu panas ekstrem.

Laga ini menjadi yang pertama sejak Roger Federer nyaris disingkirkan Alejandro Falla pada 2010, di mana juara bertahan harus bermain hingga set kelima di putaran pertama Wimbledon.

Ket. Foto: Carlos Alcaraz beteriak lega usai memenangi laga pembuka nya di Wimbledon 2025, Selasa (1/7) dini hari WIB — Sumber: AFP

Meski tampil inkonsisten dan mencatat 62 unforced error, Alcaraz tetap menunjukkan mental baja di tengah cuaca terpanas dalam sejarah hari pembuka Wimbledon.

"Pertama-tama, saya tidak tahu kenapa ini disebut sebagai Wimbledon terakhir Fabio, karena dengan level permainan seperti itu, dia masih bisa bertahan tiga atau empat tahun lagi," ujar Alcaraz usai pertandingan.

"Bermain di Centre Court pada pertandingan pertama turnamen memang tidak mudah. Saya sudah berlatih dan bermain bagus di rumput, tapi Wimbledon tetap terasa berbeda. Saya mencoba tampil sebaik mungkin, meski saya tahu masih bisa tampil lebih baik."

Petenis berusia 22 tahun itu mengamankan break penting di gim kedua set penentuan, lalu memperkuat posisinya dengan menyelamatkan dua break point di gim berikutnya sambil meneriakkan “vamos” yang menjadi ciri khasnya.

Fognini, yang kini berperingkat 138 dunia, memberikan perlawanan jauh lebih sengit dari yang diperkirakan. Namun stamina sang veteran mulai menurun di set terakhir, dan Alcaraz menunjukkan kualitas sebagai juara bertahan dengan tampil dominan untuk menutup laga.

Alcaraz pun memperpanjang catatan impresifnya: belum pernah kalah di putaran pertama Grand Slam dalam 18 penampilan.

Setelah menaklukkan Novak Djokovic di dua final Wimbledon terakhir, Alcaraz kini memburu status istimewa untuk bergabung dalam kelompok elite juara Wimbledon tiga kali berturut-turut. Dalam era Open, hanya Bjorn Borg, Pete Sampras, Roger Federer, dan Djokovic yang telah mencapainya.

Gelar Grand Slam keenam juga akan menjadikan Alcaraz sebagai petenis termuda kedua yang mencapai angka tersebut setelah Bjorn Borg yang melakukannya pada tahun 1978.

Dengan rekam jejak 30 kemenangan dari 33 laga di atas rumput pada level tur, Alcaraz memang tampil meyakinkan di permukaan ini. Kekalahan terakhirnya di Wimbledon terjadi dua tahun lalu, saat ditumbangkan Jannik Sinner di babak keempat.

Di putaran kedua, Alcaraz akan berhadapan dengan petenis tuan rumah yang lolos dari kualifikasi, Oliver Tarvet.

"Dia bermain luar biasa di rumput. Jika dia bisa mencapai putaran kedua Wimbledon, berarti level permainannya memang bagus," kata Alcaraz.

"Saya akan coba memperbaiki beberapa hal yang kurang hari ini, terutama return dan forehand. Tapi yang paling penting, mari terus menikmati momen di Wimbledon."

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.