Kasus HIV di Fiji Kian Memburuk

Senin, 30 Jun 2025, 16:32 WIB

SUVA - Kekhawatiran serius terus meningkat atas dampak HIV di Fiji, saat delapan anak masuk dalam daftar 126 orang yang meninggal karena penyakit terkait HIV tahun lalu. Data yang memprihatinkan tersebut disampaikan oleh Penasihat UNAIDS Pasifik Renata Ram dalam Konferensi Mini Utara 2025 Asosiasi Medis Fiji yang diadakan di Labasa pada akhir pekan lalu.

Dalam pesannya, dia menekankan perlunya sistem kesehatan yang lebih kuat, akuntabel, dan inovatif.

Ket. Foto: Bendera Fiji. Situasi HIV di Fiji yang memburuk mencatatkan jumlah kasus HIV tertinggi sepanjang sejarahnya pada 2024, dengan 1.583 diagnosis baru. — Sumber: AFP

Ram menggambarkan situasi HIV di Fiji yang memburuk, menjadikan tema konferensi tersebut pada tahun ini, yakni "Standar Perawatan Kesehatan di Fiji yang Tangguh di Masa Depan: Akuntabilitas, Etika, dan Inovasi" (Future-Proofing Healthcare Standards in Fiji: Accountability, Ethics and Innovation), sangat relevan dengan situasi saat ini.

Dia mengungkapkan Fiji mencatatkan jumlah kasus HIV tertinggi sepanjang sejarahnya pada 2024, dengan 1.583 diagnosis baru. Angka tersebut menandai kenaikan 281 persen yang mengejutkan dari 2023, yang mencatat 415 kasus, dan lebih dari 500 persen dibandingkan tahun 2018, ketika hanya 131 kasus yang dilaporkan.

Dari kasus-kasus yang tercatat di 2024, 1.542 di antaranya merupakan orang dewasa. Namun, yang lebih memprihatinkan adalah 41 kasus di kalangan anak-anak, dengan 32 di antaranya disebabkan oleh penularan dari ibu ke anak.

Jumlah itu hampir empat kali lipat dari jumlah infeksi pada anak di 2023, ketika hanya 11 kasus yang tercatat. "Angka-angka ini bukan hanya hasil dari pengujian yang lebih baik," tegas Ram.

"Angka-angka ini mencerminkan lonjakan infeksi yang sebenarnya." Dia menuturkan kebanyakan orang didiagnosis pada stadium lanjut, dan sering kali sakitnya sudah parah, yang menjadi pertanda jelas bahwa layanan pencegahan, pengujian, dan pengobatan tidak cukup dini menjangkau masyarakat.

Ram memperingatkan bahwa lebih dari separuh infeksi baru terjadi di kalangan anak muda, dengan meningkatnya kasus yang berkaitan dengan penggunaan narkoba suntik dan perilaku seksual berisiko tinggi, isu-isu yang sering kali disembunyikan karena stigma dan ketakutan.

"Krisis ini lebih dari sekadar masalah kesehatan," ujarnya. Krisis ini menunjukkan tantangan sosial yang lebih dalam seperti kemiskinan, kekerasan berbasis gender, dan diskriminasi dalam mengakses pengobatan.

Terlepas dari statistik yang mengkhawatirkan, Ram memuji pemerintah Fiji atas pengumumannya baru-baru ini tentang alokasi anggaran sebesar 10 juta dolar Fiji (1 dolar Fiji = Rp7.239) untuk mendukung penanggulangan HIV nasional, menyebutnya sebagai langkah berani dan tepat waktu yang mencerminkan tekad politik yang kuat untuk melindungi kesehatan dan martabat seluruh warga Fiji.

Dia juga memuji Asosiasi Medis Fiji atas advokasi kritisnya, terutama peringatan dan upaya dini mereka dalam mendorong pengumuman resmi merebaknya wabah HIV.

Ram menyuarakan kekhawatiran khusus tentang perilaku menunda mencari layanan kesehatan di Divisi Utara di Vanua Levu, di mana banyak orang beralih ke pengobatan tradisional atau menunggu hingga gejalanya memburuk sebelum mencari bantuan medis.

Dia mendesak sektor kesehatan untuk menjembatani kesenjangan antara pengobatan tradisional dan modern, mendorong pendekatan yang inovatif dan saling menghormati untuk membangun kepercayaan serta menjangkau masyarakat yang rentan dengan lebih cepat. Ant/Xinhua

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.