Hindari Kebocoran, Kementerian PU Lakukan Evaluasi Internal
Senin, 30 Jun 2025, 00:00 WIBJAKARTA â Kementerian Pekerjaan Umum (PU) segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh jajarannya pasca operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Sumatera Utara. Evaluasi ini bertujuan untuk menekan beban ekonomi berbiaya tinggi dalam pembangunan nasional.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (28/6), Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo menyatakan prihatin atas OTT pejabatnya. Dia menegaskan evaluasi internal menjadi sangat penting dan mendesak demi efisiensi serta transparansi pembangunan di Indonesia.
"Peristiwa OTT oleh KPK ini merupakan pengingat kuat atas pernyataan Prof. Sumitro Djojohadikusumo bahwa pembangunan Indonesia masih terhambat oleh beban ekonomi berbiaya tinggi. Ini mengakibatkan tingginya Incremental Capital Output Ratio (ICOR). Jika kebocoran anggaran tidak dihentikan, maka biaya pembangunan akan semakin tidak efisien," ujar Menteri Dody.
Menurut Dody, kejadian ini menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran Kementerian PU untuk melakukan introspeksi secara mendalam. Dia memastikan evaluasi internal dari tingkat pejabat eselon I hingga eselon III serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) akan dimulai pekan depan setelah mendapat persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto.
"Atas restu Bapak Presiden Prabowo, pekan depan kami akan segera memulai evaluasi menyeluruh. Langkah ini bertujuan agar Kementerian PU benar-benar bersih, efisien, dan akuntabel. Tidak boleh ada lagi kebocoran anggaran. Setiap rupiah uang negara harus benar-benar digunakan untuk kesejahteraan masyarakat," tegas Dody.
Kawal Integritas
Pada kesempatan itu, Menteri PU juga menyampaikan apresiasi kepada aparat penegak hukum, khususnya pimpinan KPK dan Kejaksaan, atas komitmen mereka dalam menjaga integritas dan transparansi pembangunan nasional.
"Kami mengapresiasi setinggi-tingginya dedikasi dari pimpinan KPK dan Kejaksaan dalam mengawal integritas pembangunan infrastruktur. Kerja keras mereka sangat membantu dalam mewujudkan pembangunan yang transparan," kata Dody.
- Kementerian Pekerjaan Umum
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Perkuat Program Padat Karya, Tahun Ini Kementerian PU Targetkan Serap 138 Ribu Pekerja
-
Dicabut Tahun Lalu, Kini Bandara Jenderal Ahmad Yani Kembali Berstatus Internasional
-
Mahasiswa UI Usulkan Penghematan Skrining Penyakit Calon Pengantin
-
3 Hari Libur Lebaran, Ancol Dikunjungi 167.000 Orang
-
Nekat! Di Depan Gubernur dan Wagub DKI, Pencopet Beraksi Gasak Ponsel Pegawai Parekraf
-
Norris Percaya Diri Incar GP Tiongkok
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.