Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,9 Persen di Kuartal I 2025, Sektor Perumahan Jadi Penggerak Inklusif

Minggu, 29 Jun 2025, 16:30 WIB

JAKARTA - Ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 4,9 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2025, meskipun menghadapi tekanan global yang menantang. Laporan Indonesia Economic Prospects (IEP) edisi Juni 2025 berjudul People-First Housing: A Roadmap from Homes to Jobs to Prosperity in Indonesia menyatakan bahwa kebijakan makroekonomi yang solid menjadi penopang ketahanan ekonomi nasional.

Kebijakan tersebut meliputi inflasi yang terkendali, cadangan keuangan yang memadai, serta kepatuhan terhadap aturan fiskal. Langkah-langkah ini dinilai mampu mengatasi pelemahan konsumsi pemerintah dan melambatnya investasi. Pertumbuhan ekonomi juga tercatat menguntungkan kelompok masyarakat miskin, meski dampaknya melemah bagi kelompok menengah akibat perlambatan konsumsi.

Ket. Foto: — Sumber: Adobe Stock

"Performa ekonomi Indonesia saat ini mencerminkan fundamental yang kuat dan respons kebijakan yang tepat," kata Carolyn Turk, Direktur World Bank untuk Indonesia dan Timor-Leste. “Untuk mempertahankan momentum ini, analisis kami menyarankan reformasi struktural yang mendorong efisiensi dan produktivitas agar bisa membuka pertumbuhan lebih tinggi dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja berkualitas.”

Laporan tersebut memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata 4,8 persen per tahun sepanjang 2025–2027. Pertumbuhan ini akan ditopang oleh meningkatnya investasi, khususnya dari program perumahan pemerintah dan peluncuran dana kekayaan negara Danantara.

Namun demikian, proyeksi tersebut masih menghadapi risiko dari hambatan perdagangan global dan volatilitas harga komoditas. Pemerintah dinilai perlu memperkuat reformasi di sektor perdagangan, digitalisasi, serta deregulasi untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif. Jika berhasil dijalankan, reformasi ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi tahunan hingga 5,5 persen pada 2027.

Sektor perumahan disebut memiliki potensi besar sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Target pemerintah untuk membangun 3 juta unit rumah per tahun sejalan dengan strategi people-first yang mengutamakan kesejahteraan masyarakat. Dengan investasi publik sebesar US$3,8 miliar per tahun, program ini diperkirakan menciptakan lebih dari 2,3 juta lapangan kerja dan menggerakkan investasi swasta senilai US$2,8 miliar.

Laporan IEP merekomendasikan empat langkah untuk mencapai visi tersebut: memperluas investasi di sektor perumahan dan infrastruktur, mereformasi pembiayaan perumahan publik guna menarik modal swasta, mengintegrasikan ketahanan bencana dalam kebijakan perumahan, serta memperkuat tata kelola lintas sektor dan antar level pemerintahan.

“Program perumahan Indonesia bukan hanya soal membangun rumah, tetapi juga membangun ekonomi yang lebih kuat dan inklusif,” ujar Habib Rab, Kepala Ekonom World Bank untuk Indonesia. “Dengan menempatkan rakyat sebagai pusat kebijakan dan menyelaraskan perumahan dengan infrastruktur, pembiayaan, serta ketahanan bencana, Indonesia dapat membuka jalan baru menuju kemakmuran.”

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.