Negara Dibobol Tambang Ilegal, Prabowo Minta 300 Ribu Hektare Disita!

Kamis, 26 Jun 2025, 16:00 WIB

JAKARTA - Negara baru saja dibikin tekor besar-besaran gara-gara tambang ilegal.

Nggak main-main, menurut Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp700 triliun!

Menanggapi situasi ini, Presiden Prabowo Subianto langsung menginstruksikan agar sekitar 300 ribu hektare tambang ilegal yang beroperasi di kawasan hutan disita tanpa kompromi.

Ket. Foto: — Sumber: Instagram Sekretaris Kabinet

Instruksi tegas itu disampaikan usai laporan BPKP yang menyebut tambang-tambang liar tersebut menyumbang kerugian fantastis pada negara.

"Perintah Pak Presiden ambil dulu, nanti baru kita kasih denda illegal gain. Ambil dulu, kuasai kembali," tegas Kepala BPKP, Yusuf Ateh, dalam acara Leader’s Corner di Jakarta, Kamis, (26/6).

Dari total 4,2 juta hektare tambang ilegal yang tersebar di kawasan hutan, sekitar 300 ribu hektare di antaranya akan jadi target utama penertiban. Di dalam lahan tersebut, tersimpan komoditas bernilai tinggi seperti emas, bauksit, dan batu bara, yang selama ini dieksploitasi secara liar tanpa menyetor sepeser pun ke negara.

“Kalau kelapa sawit itu harus ditanam dulu, tunggu enam tahun baru bisa panen. Tapi tambang? Tinggal keruk pakai beko, langsung cuan,” sindir Yusuf.

BPKP bahkan mencatat, dari aktivitas ilegal yang sudah terhitung, negara sudah kehilangan Rp111 triliun. Pemerintah kini menyiapkan langkah hukum tegas, mulai dari penyitaan aset hingga tuntutan kompensasi kepada pelaku usaha yang terbukti melanggar.

“Kalau mereka enggak mau bayar, ya masuk penjara. Nanti lahan yang sudah kita kuasai itu tetap bisa kita manfaatkan. Bisa jadi tambahan baru buat PNBP,” ujarnya, merujuk pada penerimaan negara bukan pajak.

Langkah ini tentu bukan kerja satu lembaga. Menurut Yusuf, keberhasilan penertiban ini hanya bisa tercapai lewat kolaborasi lintas sektor.

“Enggak mungkin jalan sendiri. Ini kerja bareng Kejaksaan Agung, TNI, dan Polri. Power combo buat bersihin tambang ilegal,” tandasnya.

Dengan langkah tegas ini, era main kucing-kucingan di balik hutan akhirnya mulai dilawan. Sinyal kuat dari Istana: negara enggak boleh terus jadi korban.

Redaktur: Nayla Shabrina

Penulis: Nayla Shabrina, Nayla Shabrina

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.