Kemlu: 68 WNI dari Iran Masih Tunggu Jadwal Pemulangan
Kamis, 26 Jun 2025, 03:06 WIBTANGERANG - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengungkapkan sebanyak 68 orang dari total 97 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Iran masih menunggu jadwal pemulangan ke Tanah Air.
Direktur Jenderal (Dirjen) Protokol dan Konsuler Kemlu Andy Rahmianto mengatakan 68 WNI tersebut saat ini masih berada di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran dan Baku.
âJadi sisanya 68 orang itu sekarang posisinya sudah ada di KBRI Baku. Sekarang kita sedang mengurus jadwal penerbangan mereka untuk bisa segera kita pulangkan,â jelasnya di Tangerang, Rabu (25/6).
Ia menyebutkan total ke 97 orang WNI yang berhasil dievakuasi tersebut dilakukan beberapa tahapan pemulangan, dimana tahap pertama ada 29 orang diterbangkan ke Tanah Air dengan menggunakan penerbangan pesawat yang berbeda-beda.
Namun, lanjutnya, dengan kondisi dan situasi di kawasan Timur Tengah kembali memanas, maka hanya sebanyak 11 WNI yang tiba di Indonesia.
Sedangkan untuk ke 68 orang sisanya, kata dia, KBRI Teheran dan Baku untuk menunggu pemulangan ke Indonesia.
â11 orang sudah tiba di Jakarta, mereka berasal dari dua daerah, yaitu Jawa Timur dan Kalimantan Timur. Ada 18 orang lagi tertahan di Qatar karena di sana ada penutupan bandara, jadi untuk penerbangannya tertunda,â tuturnya.
Ia juga menambahkan Pemerintah Indonesia akan terus mengupayakan proses evakuasi terhadap WNI yang masih terjebak di Iran.
âYang baru tercatat ada 380-an WNI yang masih di Iran. Jadi pemerintah sudah memutuskan kita akan melakukan evakuasi tahap kedua. Jumlahnya masih terus kita pantau,â ucapnya.
Menurutnya, jumlah WNI yang masih berada di Iran belum sepenuhnya diketahui secara pasti, lantaran tim KBRI masih terus menerima informasi adanya permintaan tambahan untuk dievakuasi dan pemulangan ke Tanah Air.
âJumlahnya masih terus kita pantau, karena setiap hari bertambah terus. Tadi dari saudara-saudara kita yang sudah tiba dapat informasi juga karena mereka saling kontak, ada beberapa teman mereka, saudara-saudara mereka yang juga masih ada di sana yang minta ingin dievakuasi,â jelasnya.
Pemerintah Indonesia saat telah menyiapkan tim antar kementerian dengan memantau selama 24 jam perkembangan situasi keamanan di Kawasan Timur Tengah tersebut. Hal itu dilakukan menyusul peristiwa serangan militer Israel dan Amerika terhadap Iran. Ant/S-2
- Iran
- Evakuasi WNI
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Ketegangan Memuncak di Lebanon Selatan: Asap Mengepul Setelah Bombardir Israel
-
IRGC Nyatakan Kesetiaan pada Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
-
Produksi Gabah Sidrap Melonjak, Bulog Sebut Jadi Penopang Pangan Nasional
-
Kemudahan dalam Layanan JKN Selama Libur Lebaran di Kepri
-
Transisi Cepat Garuda Hadapi Pertahan Kokoh Saint Kitts and Nevis
-
Antrean Panjang Sembako Murah di Malang
-
Prancis Bela Keputusan Spanyol Larang Penggunaan Pangkalan Militer untuk Serang Iran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.