Transisi Cepat Garuda Hadapi Pertahan Kokoh Saint Kitts and Nevis

Jumat, 27 Mar 2026, 06:42 WIB

JAKARTA - Timnas Indonesia membuka lembaran baru dalam gelaran FIFA Series 2026 dengan menghadapi Saint Kitts and Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (27/3) malam WIB. Laga ini bukan sekadar uji coba internasional, melainkan titik awal era kepelatihan John Herdman yang ditunjuk PSSI menggantikan Patrick Kluivert awal tahun ini.

FIFA Series sendiri menjadi ajang persahabatan lintas konfederasi yang mempertemukan tim-tim dari berbagai belahan dunia. Selain Saint Kitts and Nevis, Skuad Garuda berpeluang menghadapi Bulgaria atau Kepulauan Solomon pada laga berikutnya, tergantung hasil pertandingan lain.

Ket. Foto: Sejumlah pesepak bola Timnas Indonesia mengikuti latihan jelang laga FIFA Series di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Kamis (26/3). Latihan tersebut sebagai persiapan jelang melawan Timnas St Kitts and Nevis pada FIFA Series yang berlangsung Jumat (27/3) di Stadion Utama Gelora Bung Karno. — Sumber: ANTARA/Asprilla Dwi Adha

Pertandingan ini juga menandai debut dua pelatih. Herdman di kubu Indonesia dan Marcelo Serrano di pihak lawan, yang menggantikan Austin Higgins. Kedua tim datang dengan latar belakang kegagalan di kualifikasi Piala Dunia 2026. Indonesia tersingkir di putaran keempat zona Asia, kalah dari Arab Saudi dan Irak. Sedangkan Saint Kitts and Nevis terhenti di putaran kedua zona CONCACAF.

Meski berstatus tim nonunggulan dunia, Saint Kitts and Nevis menyimpan potensi kejutan. Tim berjuluk “Sugar Boyz” itu dikenal memiliki organisasi pertahanan disiplin dan mengandalkan serangan balik cepat. Pengalaman tampil di CONCACAF Gold Cup 2023 menjadi bukti mereka bukan sekadar pelengkap.

Di bawah mistar, kapten Julani Archibald menjadi figur penting. Di lini tengah, Romaine Sawyers, yang pernah merumput di Liga Inggris, memberi dimensi permainan yang lebih matang. Di lini depan, Jordan Bowery membawa pengalaman dan kekuatan fisik khas kompetisi Inggris.

Saat ini, Saint Kitts dan Nevis berada di peringkat 154 FIFA. Meski terpaut 33 peringkat di bawah Indonesia dalam ranking FIFA, Saint Kitts and Nevis arahan pelatih Spanyol Marcelo Serrano bukan lawan yang bisa dianggap enteng. Yang menarik dari komposisi skuad Saint Kitts and Nevis adalah banyaknya pemain yang berkiprah di berbagai jenjang kompetisi di Inggris, mulai dari kasta ketiga hingga kedelapan.

Di League One (divisi ketiga), terdapat Jordan Bowery. Bowery merupakan pemain berpengalaman yang pernah membela Aston Villa dan kini memperkuat Mansfield Town. Lalu ada Tyrese Shade dari Burton Albion.

Beberapa nama lain datang dari level National League (kasta kelima), National League North dan South (kasta keenam), hingga Northern Premier League dan Southern Football League (kasta ketujuh dan kedelapan), seperti Xander Parke (Hednesford Town), Harrison Panayiotou (Morecambe FC), dan Ruben Freeman (SC Inkberrow).

Dari kubu Indonesia, Herdman telah memanggil 24 pemain dari daftar awal 41 nama. Sejumlah pilar diaspora seperti Jay Idzes, Kevin Diks, dan Calvin Verdonk tetap menjadi tulang punggung. Sorotan tertuju pada kembalinya Elkan Baggott setelah absen sejak Piala Asia 2023. Dengan waktu persiapan yang terbatas, Herdman diprediksi tetap mengusung formasi 4-3-3 yang sebelumnya diperkenalkan Kluivert. Maarten Paes hampir pasti menjadi pilihan utama di bawah mistar, mengungguli Emil Audero berkat performa impresif bersama klubnya.

Di lini belakang, duet Rizky Ridho dan Jay Idzes masih menjadi andalan. Pos bek kiri berpotensi ditempati Baggott. Sedangkan sisi kanan dipercayakan kepada Sandy Walsh. Di sektor tengah, absennya Thom Haye karena sanksi, memaksa Herdman meramu ulang komposisi. Joey Pelupessy diproyeksikan menjadi jangkar, didampingi Calvin Verdonk dan Ivar Jenner.

Lini depan mengalami perubahan signifikan. Ragnar Oratmangoen dan Eliano Reijnders diperkirakan mengisi sisi sayap, menopang Ole Romeny sebagai ujung tombak. Romeny sendiri menjalani momen penting setelah pulih dari cedera yang sempat menggerus posisinya di tim utama.

Awalan Bagus

Pengamat sepak bola nasional, Kesit B Handoyo, menilai laga ini memiliki nilai strategis bagi Indonesia. “Lawan seperti St Kitts & Nevis merupakan awal yang baik karena timnas tidak langsung menghadapi negara dengan peringkat lebih tinggi,” ujarnya.

Namun, dia mengingatkan soal keterbatasan waktu persiapan. “Ini kurang ideal karena latihan sangat singkat dan materi pemain belum sepenuhnya lengkap,” katanya. Meski di atas kertas Indonesia lebih diunggulkan, Kesit menegaskan pentingnya kewaspadaan. “Tidak boleh memandang enteng. Apalagi ini debut pelatih baru yang selalu menghadirkan tekanan berbeda,” ujarnya.

Dengan kombinasi pemain yang merumput di Eropa dan potensi taktik baru, publik menanti bagaimana Herdman membentuk identitas permainan Skuad Garuda. Laga ini menjadi panggung awal untuk menjawab ekspektasi sekaligus mengukur kesiapan tim dalam menghadapi tantangan ke depan. ben/G-1

  • FIFA Series 2026

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.