Lulusan Baru Siap Masuki Dunia Kerja, Jobstreet by SEEK Siapkan Satu Juta Peluang
Selasa, 24 Jun 2025, 11:45 WIBJAKARTA - Menjelang momen kelulusan mahasiswa pada periode wisuda Juni 2025, ribuan lulusan baru dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia bersiap memasuki dunia kerja. Untuk mendukung transisi tersebut, Jobstreet by SEEK memperkuat komitmennya melalui gerakan #NextMillionJobs, yakni menyediakan satu juta peluang kerja secara daring. Inisiatif ini bertujuan membantu para lulusan baru menghadapi dinamika pasar tenaga kerja nasional dan global.
Menurut laporan World Economic Outlook April 2025 dari International Monetary Fund (IMF), tingkat pengangguran Indonesia diprediksi mencapai 5%, sedikit meningkat dari 4,9% tahun sebelumnya. Meski demikian, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren penurunan pengangguran terbuka di tingkat pendidikan tinggi sepanjang 2024. Hal ini menunjukkan bahwa lulusan perguruan tinggi tetap memiliki posisi yang relatif lebih kuat di pasar kerja dibanding lulusan pendidikan menengah.
"Tren penurunan pengangguran di tingkat perguruan tinggi menunjukkan sinyal positif, namun kita tetap perlu menyiapkan lulusan baru dengan keterampilan yang relevan untuk menghadapi pasar kerja yang terus berubah," ujar Sawitri Soedarno, Head of Country Marketing Indonesia, Jobstreet by SEEK.
Ia menekankan pentingnya kesiapan kompetensi agar lulusan tidak hanya terserap, tetapi juga mampu berkembang di dunia kerja yang kompetitif.
Laporan âHiring, Compensation and Benefit 2025â dari SEEK memperkuat optimisme ini. Sebanyak 42% responden memperkirakan aktivitas rekrutmen akan meningkat di paruh kedua 2025, sementara 39% lainnya menilai akan tetap sama aktifnya seperti tahun sebelumnya. Momentum ini menjadi angin segar bagi para lulusan baru yang sedang mencari pijakan awal dalam karier profesional mereka.
Meski peluang terbuka lebar, tantangan juga hadir dalam bentuk kemajuan teknologi. Sebanyak 71% perusahaan kini menganggap keterampilan dasar kecerdasan buatan (AI) sebagai nilai tambah dalam proses rekrutmen. Jobstreet by SEEK pun mendorong para lulusan untuk membekali diri dengan kemampuan digital, termasuk pemahaman dasar AI, guna meningkatkan daya saing.
âData ini menegaskan pentingnya lulusan baru untuk menguasai keterampilan AI dasar sebagai nilai tambah kompetitif,â kata Sawitri.
Demi mendukung hal ini, Jobstreet menghadirkan fitur KarirKu, sebuah layanan pengembangan kemampuan profesional yang ditujukan khusus untuk mendampingi lulusan baru memasuki dunia kerja.
Kesempatan karier bagi lulusan juga semakin terbuka dengan diterapkannya prinsip inklusi dan kesetaraan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia. Dalam laporan SEEK, 56% perusahaan telah mengadopsi kebijakan diversity, equity, and inclusion (DEI) dan 27% lainnya tengah mempertimbangkannya dalam 12 bulan ke depan. Hal ini memastikan bahwa para lulusan baru memiliki akses terhadap proses rekrutmen yang adil dan bebas diskriminasi.
Sawitri juga menegaskan pentingnya penggunaan platform resmi dalam mencari pekerjaan. Ia menyebut Jobstreet by SEEK sebagai platform yang aman, akurat, dan didukung teknologi AI untuk mempermudah pencocokan antara pelamar dan posisi kerja yang tersedia. Hal ini penting untuk menghindari penipuan dan mempercepat proses rekrutmen bagi para lulusan baru yang sedang aktif mencari peluang.
Menanggapi perubahan lanskap pekerjaan akibat teknologi, laporan âDecoding Global Talent 2024: GenAI Editionâ mencatat bahwa hanya 5% profesional percaya pekerjaan mereka akan sepenuhnya digantikan AI. Namun, hampir separuh dari mereka menyadari perlunya mengembangkan keterampilan baru. Kondisi ini justru menguntungkan lulusan baru yang dinilai lebih adaptif dan fleksibel dalam menghadapi cara kerja berbasis digital.
âLulusan baru sebenarnya memiliki keuntungan karena belum terikat pada cara kerja tradisional dan lebih cepat beradaptasi dengan teknologi,â ujar Sawitri.
Ia menilai perusahaan yang aktif merekrut lulusan baru dan membekali mereka dengan pelatihan akan mendapat keuntungan besar dalam era transformasi digital.
Sebagai penutup, laporan SEEK juga mencatat bahwa 71% tenaga kerja Indonesia, termasuk lulusan baru, kini tertarik pada sistem kerja jarak jauh (remote working), sementara 67% lainnya bahkan terbuka untuk bekerja di luar negeri. Ini menunjukkan bahwa lulusan 2025 memiliki lebih banyak pilihan kerja dibanding generasi sebelumnya.
Dengan dukungan teknologi, program pengembangan keterampilan, serta peluang kerja yang semakin inklusif, lulusan baru tahun ini memasuki pasar kerja dengan bekal yang menjanjikan untuk membangun karier jangka panjang.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Paundra Zakirulloh
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.