BPK XI Jatim lakukan survei penyelamatan pada temuan situs di Malang

Selasa, 24 Jun 2025, 16:20 WIB

Malang, Jawa Timur -- Tim Arkeolog dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur melakukan survei penyelamatan terhadap temuan Situs Balekambang di area lahan perkebunan di Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Ketua Tim Arkeolog dari BPK Wilayah XI Jawa Timur Ning Suryati, di Malang, Selasa, mengatakan tahapan survei penyelamatan yang dilakukan ini bertujuan untuk memastikan apakah Situs Balekambang termasuk ke dalam kategori cagar budaya atau bukan.

Ket. Foto: Tim penggali melakukan penggalian di lokasi penemuan situs yang bernama Balekambang di Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (24/6). — Sumber: ANTARA/Ananto Pradana

"Kami melaksanakan survei penyelamatan untuk meninjau terlebih dahulu apakah benar bahwa Situs Balekambang ini termasuk ke dalam cagar budaya," kata Suryati.

Situs tersebut pertama kali ditemukan oleh masyarakat setempat, sekitar 2-3 minggu yang lalu, berupa struktur batu bata.

Struktur itu, kata dia, berbeda dengan kondisi yang ada di zaman modern ini, terlebih apabila menyoal teknik perekatan antarbatu batu yang sama sekali tak ditemukan bekas penggunaan semen.

"Tidak ada semennya. Kalau dulu itu menyambungkan antarbatu bata menggunakan serbuk bata halus dan diberi air, lalu ditumpuk dengan bata yang di atasnya," ucapnya.

Kemudian, ada perbedaan antara batu bata zaman dahulu dengan yang ada pada zaman sekarang.

"Seperti dari dimensi sampai pembuatannya berbeda, itu terlihat," ucapnya.

Kendati demikian, Suryati tak mau langsung menyimpulkan apakah situs tersebut masuk ke dalam kategori cagar budaya, sebab tim arkeolog masih perlu melakukan penelitian lebih dalam, sekaligus mencari temuan lain di lokasi yang sama.

"Kami masih melihat potensinya, terus harus ada temuan penyerta, tetapi saat ini kami hanya menemukan struktur bata saja," kata dia.

Terkait nama Situs Balekambang, Suryati menyatakan bahwa hal itu diberikan langsung oleh masyarakat setempat.

Dari keterangan warga, kata dia, nama Balekambang diberikan lantaran di sekitaran lokasi penemuan situs dikelilingi oleh sungai.

"Mungkin masyarakat beranggapan karena di sekitar sini dikelilingi sungai, makanya disebut Balekambang. Jadi bukan dari tim BPK," ucap dia.

Kesimpulan dari hasil survei penyelamatan yang dilakukan oleh BPK Wilayah XI Jawa Timur akan diumumkan pada Kamis (26/6).

"Nanti kami akan memberikan rekomendasi untuk dilakukan ekskavasi keseluruhan bilamana temuannya memang berpotensi cagar budaya," ujarnya.

Pelaksanaan survei penyelamatan di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang melibatkan lima orang dari BPK Wilayah XI Jawa Timur dan enam orang penggali dari masyarakat serta komunitas.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.