Bos Telegram Pavel Durov Wariskan US $17 Miliar ke 100 Anak dari Donasi Spermanya, ini Syaratnya!

Selasa, 24 Jun 2025, 14:00 WIB

Jakarta - Pavel Durov, pendiri Telegram, mengungkapkan niatnya untuk membagi kekayaan senilai US?$17 miliar (sekitar Rp?250 triliun) kepada lebih dari 100 anak biologis yang ia hasilkan setelah melakukan donasi sperma di 12 negara.

Warisan Selepas Usia 30

Durov menyatakan dalam wawancara dengan majalah Prancis Le Point bahwa semua anaknya, baik biologis maupun yang dihasilkan dari donasi akan menerima bagian warisan yang setara. Namun, akses warisan baru bisa dilakukan setelah 30 tahun dari sekarang, tepatnya pada 19 Juni 2055, agar mereka tumbuh mandiri dan tidak bergantung pada kekayaannya.

Dengan strategi ini, ia berharap mencegah terjadinya perebutan warisan sekaligus memberi kesempatan bagi anak-anak tersebut untuk mengembangkan jati diri dan integritas tanpa bayang-bayang kekayaan ayahnya.

Dari Donasi Sperma hingga Ayah 100 Anak

Seperti dikisahkan pada Le Point dan Euro News, Durov memulai donasi sperma pertama sekitar 15 tahun lalu sebagai bantuan terhadap teman infertil. Klinik kemudian mendorongnya untuk melanjutkan, karena “materi donor berkualitas tinggi” dianggap langka.

Hasilnya, ia resmi tercatat sebagai ayah dari 6 anak kandung dan lebih dari 100 bayi kelahiran komersial dari sperma yang ia donasikan secara anonim di beberapa negara.

Durov menyebut donasi sperma sebagai bentuk tanggung jawab sosial, membantu pasangan yang ingin memiliki anak. Di sisi lain, jumlah anak dalam skala seperti ini menimbulkan kekhawatiran etis: potensi inses tak sengaja, krisis identitas bagi wisatawan donor, dan tantangan regulasi global.

Redaktur: Andriani Nuraini

Penulis: Andriani Nuraini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.