Donald Trump Dikabarkan Setuju Membantu Israel Serang Iran

Jumat, 20 Jun 2025, 01:00 WIB

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan kepada para pejabat senior AS bahwa dirinya telah menyetujui rencana untuk menyerang Iran, tetapi belum memberikan perintah final soal pelaksanaannya, menurut laporan Wall Street Journal pada Rabu (18/6).

Mengutip sumber anonim, laporan itu menyebutkan bahwa Trump masih menunggu langkah Iran untuk menghentikan program nuklirnya.

Ket. Foto: Presiden AS Donald Trump usai pertemuan KTT G7 di Kanada dalam penerbangan dengan Air Force One menuju kembali ke Washington, Senin (16/6). — Sumber: AFP/Brendan Smialowski

Disebutkan pula bahwa dia mengincar fasilitas pengayaan uranium bawah tanah Fordow milik Iran, tetapi untuk menyerangnya, diperlukan senjata paling kuat.

Sebelumnya pada hari yang sama, Trump mengatakan kepada pers bahwa dia belum memutuskan akan mengizinkan militer AS bergabung dalam serangan Israel terhadap Iran saat ini.

"Saya mungkin melakukannya. Saya mungkin tidak melakukannya," kata dia di Ruang Oval Gedung Putih.

"Saya juga tidak ingin berperang. Saya tidak berniat perang. Namun, jika pilihannya adalah berperang atau mereka memiliki senjata nuklir, Anda harus melakukan apa yang harus Anda lakukan, dan mungkin kita tidak perlu bertarung," kata Trump.

"Saya punya ide tentang apa yang harus dilakukan. Saya ingin membuat keputusan akhir pada saat yang tepat."

Trump memberi sinyal akan ada keputusan penting dalam waktu dekat, kemungkinan pekan depan, tetapi dia juga membuka kemungkinan keputusan itu dikeluarkan lebih cepat.

Dia juga telah memberi tahu pemimpin Israel Benjamin Netanyahu untuk terus melancarkan serangan ke Iran, tetapi belum memberikan indikasi apa pun soal keterlibatan AS dalam konflik tersebut.

Sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menolak ultimatum Trump agar Iran menyerah tanpa syarat.

Khamenei memperingatkan bahwa keterlibatan AS secara langsung dalam konflik Iran-Israel akan membawa dampak yang tak bisa diperbaiki.

"Zionis (Israel) telah melakukan kesalahan besar dan mereka akan menerima konsekuensinya," kata dia dalam pidato di televisi.

Khamenei menegaskan bahwa Iran tidak akan memaafkan pelanggaran terhadap wilayah udara atau darah para martirnya.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak Jumat pekan lalu setelah Israel melancarkan serangan udara di beberapa lokasi di Iran, termasuk fasilitas militer dan nuklir.

Media Iran melaporkan sedikitnya 585 orang tewas dan lebih dari 1.300 orang cedera akibat serangan itu.

Tindakan Israel kemudian memicu Iran untuk melancarkan serangan balasan dengan misil.

Israel mengklaim sedikitnya 24 orang tewas dan ratusan lainnya cedera itu akibat serangan misil Iran.

Seruan Vatikan

Di bagian lain, Paus Leo XIV menyerukan supaya dunia tidak menjadi maklum dengan peperangan karena perang adalah tanda kekalahan.

“Hati Gereja Katolik terkoyak oleh jeritan dari berbagai wilayah yang dilanda perang, khususnya dari Ukraina, Iran, Israel, dan Gaza," ucap Sri Paus dalam audiensi umum mingguan di Vatikan, Rabu (18/6).

"Jangan sampai kita jadi terbiasa dengan perang! Marilah kita tolak godaan untuk memuja kekuatan senjata," kata Paus Leo XIV, menegaskan.

Menyoroti peningkatan sistem persenjataan saat ini dalam menghasilkan kerusakan yang semakin besar, Paus menyatakan prihatin karena senjata-senjata canggih yang digunakan dalam peperangan modern berpotensi menarik kita menuju barbarisme yang lebih buruk dari masa lalu.

"Perang adalah bentuk kekalahan!" kata Paus Leo XIV mengutip pendahulunya, Paus Fransiskus.

Sekurangnya 55.637 warga Palestina tewas dalam agresi genosida Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023.

Sejak 13 Juni lalu, Israel juga meluncurkan serangan berskala besar ke Iran dengan mengincar fasilitas nuklir di sejumlah kota Iran dan pusat-pusat komando tinggi militer.

Media Iran melaporkan bahwa hingga Rabu, jumlah korban tewas akibat serangan udara Israel di Teheran dan wilayah-wilayah lain telah mencapai 585 orang. Sementara, 1.326 orang lainnya mengalami cedera akibat serangan itu.

Sebagai respons terhadap serangan Israel, militer Iran meluncurkan misil balistik ke Israel yang menyebabkan 24 orang tewas dan 500 lainnya cedera.

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Antara, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.