Budaya Lokal Jadi Fokus Calon Kepala Sekolah Rakyat Papua

Jumat, 20 Jun 2025, 14:15 WIB

Calon Kepala Sekolah Rakyat dari Kota Jayapura, Papua, Janet Berotabui menyatakan pendekatan berbasis budaya lokal penting dimasukkan ke dalam sistem pendidikan sekolah khusus bagi anak-anak itu, yang rencananya dimulai serentak nasional pada Juli 2025, termasuk Papua.

“Di Papua, untuk membuka komunikasi, kami biasa menggunakan pinang misalnya. Itu bagian dari tradisi. Anak-anak akan membuka hati, kalau kita gunakan cara yang mereka pahami. Bukan gaya formal sepenuhnya,” kata Janet saat ditemui seusai penutupan Retret Kepala Sekolah Rakyat tahap pertama di Resimen Arhanud 1/Faletehan, Jakarta, Jumat.

Ket. Foto: Janet Berotabui, Calon Kepala Sekolah Rakyat dari Kota Jayapura, — Sumber: Antara Foto

Menurut dia, pendidikan di Sekolah Rakyat bukan hanya menyampaikan ilmu, tetapi membangun kepercayaan dan pemulihan emosi. Oleh karena itu, proses belajar yang menyeluruh hanya dapat dilakukan jika pendekatan yang digunakan relevan dengan latar budaya siswa.

Untuk itu pula, dia berharap segera menerima daftar nama siswa yang akan didampinginya agar dapat mulai membangun komunikasi awal dan merancang pola interaksi yang tepat.

“Saya belum tahu siapa anak-anak saya nanti. Tapi saya ingin segera duduk bersama mereka, ajak mereka cerita. Saya tidak bisa hanya ikut petunjuk teknis yang paten. Ini anak-anak yang spesial, kita harus kaitkan dengan kearifan lokal,” katanya.

Janet merupakan Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Jayapura yang merupakan salah satu sekolah unggulan di Provinsi Papua. Dia kemudian disiapkan sebagai calon Kepala Sekolah Rakyat setelah dinyatakan lolos pada tahap seleksi pada bulan Mei lalu.

Berbekal pengalaman itu, ia menyakini pelayanan kasih dengan penuh empati dan sentuhan emosional menjadi sangat penting ketimbang hanya mengacu pada aturan-aturan yang disiapkan dalam sistem pendidikan Sekolah Rakyat, terlebih para peserta didik nantinya adalah anak-anak rentan dengan latar belakang sosial keluarga berbeda.

"Anak-anak ini harus kita sentuh dengan pelayanan kasih. Kita dekati mereka bukan hanya dengan aturan, tapi dengan empati, dengan sentuhan emosional, apalagi banyak dari mereka mungkin tak punya orang tua atau datang dari keluarga yang tidak utuh,” ujarnya.

Setelah kembali dari retret, Janet berencana melaporkan hasil kegiatan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Papua sebagai bagian dari mekanisme koordinasi kelembagaan. Hal ini dilakukan agar ia mendapatkan kejelasan tentang skema rekrutmen guru serta status struktural dirinya di satuan pendidikan.

“Saya berharap kementerian tidak mencabut saya dari sekolah sebelum ada kepastian. Supaya saya bisa lanjut berkontribusi tanpa kehilangan posisi saya saat ini,” tutur Janet yang telah lama dikenal sebagai pendidik berdedikasi di wilayah timur Indonesia.

Retret Kepala Sekolah Rakyat tahap pertama berlangsung sejak 16 - 20 Juni 2025 dan diikuti oleh 53 peserta, dengan satu diantaranya absen karena sedang menunaikan ibadah haji.

Materi yang diberikan selama kegiatan meliputi pengenalan konsep Sekolah Rakyat, penguatan karakter, serta pelatihan kedisiplinan. Kegiatan retret ini dilaksanakan di dua lokasi, yakni Balai Diklat Kementerian Sosial (Kemensos) dan kompleks Resimen Arhanud 1/Faletehan Kodam Jaya.

Kegiatan retret di barak militer tahap pertama ini ditutup secara resmi oleh Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo didampingi Komandan Resimen Arhanud 1/Faletehan Kol. Arh Tarmaji.

“Para kepala sekolah ini adalah agen perubahan. Mereka akan berhadapan langsung dengan anak-anak yang mungkin mengalami trauma atau tekanan sosial di masa lalu. Maka mereka harus berjiwa besar, penuh empati, dan mampu menjadi pembimbing,” ujar Wamensos Agus Jabo.

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.