Rupiah Melemah Seiring Keputusan The Fed Tahan Suku Bunga
Kamis, 19 Jun 2025, 10:00 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Kamis (19/6) pagi di Jakarta melemah sebesar 39 poin atau 0,24 persen menjadi Rp16.352 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.313 per dolar AS.Â
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan nilai tukar (kurs) rupiah melemah seiring keputusan Federal Reserve (The Fed) dalam Federal Open Market Committee (FOMC), yang tetap mempertahankan suku bunga.
"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yg menguat setelah dalam FOMC, The Fed mempertahankan suku bunga," ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Mengutip Anadolu Agency, Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25-4,5 persen sesuai ekspektasi pasar.
Keputusan ini dilakukan dalam upaya untuk mencapai lapangan kerja maksimal dan inflasi pada tingkat 2 persen dalam jangka panjang.
The Fed memperingatkan bahwa ketidakpastian tentang prospek ekonomi telah berkurang, tetapi tetap tinggi. Komite disebut akan terus mengurangi kepemilikan atas sekuritas Treasury dan utang lembaga, serta sekuritas beragun hipotek lembaga.
Pelemahan kurs rupiah juga dipengaruhi pernyataan hawkish Gubernur The Fed Jerome Powell yang mengatakan tekanan inflasi masih akan kuat dan penurunan suku bunga walau akan terjadi, namun lebih perlahan.
Berdasarkan faktor tersebut, kurs rupiah diprediksi berkisar Rp16.250-Rp16.400 per dolar AS.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Rupiah Terancam Melemah - 06 Oktober 2026
-
Kabar Baik, Anak Disabilitas di Jakarta Bisa Ikut Program LPDP
-
Rupiah Tertekan Potensi Kenaikan Suku Bunga AS - 20 Oktober 2026
-
Djokovic Dukung Keputusan Sinner Akhiri Musim 2026 Lebih Awal
-
Penghulu hingga Tokoh Agama Bisa Jadi Agen Perlinsos Bantu Warga Daftar Bansos
-
Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
-
Rupiah Dibayangi Gejolak MSCI - 19 Oktober 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.