Impor 150 Juta Barel Minyak Russia, ESDM Revisi Aturan Pengadaan
Sabtu, 24 Okt 2026, 02:00 WIBJakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merevisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 26 Tahun 2026 (26/2026) untuk melancarkan proses impor minyak mentah (crude) dari negara mana pun, termasuk keterlibatan Badan Layanan Umum (BLU).
âPokoknya penguatan, jadi dalam proses pengadaannya nanti ada keterlibatan BLU di dalamnya,â ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman ketika ditemui di sela-sela Malam Penganugerahan Penghargaan Energi Subroto Tahun 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat malam.
Adapun Perpres Nomor 26 Tahun 2026 mengatur tentang Pengadaan Minyak Bumi, Bahan Bakar Minyak, dan/atau Liquefied Petroleum Gas untuk Ketahanan Energi Nasional.
Laode menyampaikan, revisi tersebut diperlukan sebab dinamika global mengakibatkan proses pengadaan atau impor minyak tidak mudah.
âBaru selesai revisi Peraturan Presiden 26 Tahun 2026 untuk memperkuat proses impor crude baik dari negara mana pun, untuk pengadaan. Sekarang karena dinamika global ternyata proses pengadaan tidak mudah,â ucap Laode.
Pada pertengahan 2026, Laode menyampaikan, Kementerian ESDM sedang menyiapkan aturan tambahan dan skema untuk mengimpor minyak mentah dari Russia.
Berdasarkan penjelasan Laode, pemerintah perlu menyiapkan regulasi tambahan dan skema impor, sebab produk minyak dari Rusia membutuhkan perlakuan khusus.
Pertamina, selaku BUMN yang bergerak di bidang migas, berbisnis menggunakan obligasi global atau global bond. Oleh karena itu, Pertamina harus menghindari hal-hal yang dapat melanggar obligasi global.
Komitmen Pertamina terhadap obligasi global menyebabkan Kementerian ESDM harus mencari skema yang ideal dalam rangka mengimpor minyak dari Russia.
âPertamina dalam berbisnis menggunakan global bond. Itu harus menghindari hal-hal yang dapat melanggar global bond-nya dia. Makanya, skemanya sedang diproses, ya,â ujar Laode.
Langkah tersebut menjadi bagian dari realisasi komitmen impor minyak sebesar 150 juta barel dari Russia yang akan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026, yang merupakan hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Russia.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Padi Reborn Rilis Lagu Baru "Ego", Piyu Ungkap Makna di Baliknya
-
Rizky Ridho Hengkang dari Persija? "Coach" Souza Tak Akan Halangi, Hoaks Apa Bener Nih?
-
Bajak Laut Culik Empat WNI di Gabon
-
Banjir Likuiditas! Kemenkeu Targetkan Kredit Tumbuh Dua Digit Lewat Penempatan Dana Rp200 T
-
Diprotes Warga Malaysia, Menlu RI Jelaskan Aksi Indonesia Tanggulangi Karhutla di Kalimantan dan Sumatra
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.