Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus, Bandara Ditutup, Puluhan Penerbangan Dibatalkan

Kamis, 19 Jun 2025, 09:15 WIB

SIKKA - Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT) meletus, melontarkan kolom abu setinggi 10.000 meter ke langit, bandara ditutup, puluhan penerbangan dibatalkan, dan evakuasi diperintahkan, kata pihak berwenang, Rabu (18/6).

Gunung berapi setinggi 1.584 meter di Pulau Flores meletus pada hari Selasa (17/6), mendorong para pejabat menaikkan tingkat kewaspadaan ke level tertinggi dalam skala empat tingkat.

Ket. Foto: Warga menyaksikan letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki dari Desa Talibura, Sikka, NTT, 17 Juni 2025. — Sumber: AFP

Akibat aktivitas gunung berapi Lewotobi Laki-Laki, beberapa penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dibatalkan, kata operator bandara Angkasa Pura Indonesia dalam keterangannya.

Penerbangan yang dioperasikan oleh Jetstar, Virgin Australia, Air India, Tigerair, Juneyao Airlines dan Air New Zealand terkena dampak, menurut situs web bandara internasional Bali.

Jetstar mengonfirmasi pihaknya telah menunda penerbangan dari dan menuju Bali, dengan harapan awan abu vulkanik akan hilang pada Rabu malam.

AirAsia juga mengatakan telah membatalkan atau menjadwal ulang penerbangan ke Bali, Lombok, dan Labuan Bajo, dan membantu penumpang yang terkena dampak.

Sebanyak 32 penerbangan domestik dan internasional di Bandara Ngurah Rai, Bali, dibatalkan. Bandara tetap buka, seorang petugas layanan pelanggan mengatakan kepada AFP, "Itu tergantung pada rute dan juga maskapai."

Bandara Fransiskus Xaverius Seda di Maumere ditutup hingga Kamis pagi. Dua bandara lokal lainnya di Flores juga ditutup sementara, kata Kementerian Perhubungan.

Letusan gunung berapi itu mengganggu perjalanan sekitar 14.000 penumpang.

Gempa Berlanjut

Abu vulkanik berdampak pada desa-desa terdekat.

Getaran dan letusan yang sedang berlangsung masih terdeteksi pada hari Rabu, kata juru bicara BPBD Abdul Muhari.

“Tak kurang dari 450 keluarga dari desa-desa yang terkena dampak… telah menempati tempat pengungsian yang dilengkapi dengan fasilitas listrik dan air bersih,” katanya.

Badan geologi mengimbau warga dan wisatawan untuk tetap berada setidaknya tujuh kilometer dari kawah dan memperingatkan kemungkinan aliran lahar, lumpur vulkanik yang bergerak cepat, jika hujan turun di daerah tersebut.

Tidak ada laporan langsung mengenai korban jiwa atau kerusakan.

Gunung Lewotobi Laki-Laki berpasangan dengan puncak tetangganya, Gunung Lewotobi Perempuan.

Pada bulan November, gunung berapi tersebut meletus berulang kali, menewaskan sembilan orang, mengganggu penerbangan internasional ke Bali, dan membuat ribuan orang mengungsi.

Indonesia terletak di “Cincin Api” Pasifik dan rentan terhadap aktivitas vulkanik dan seismik yang sering terjadi.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.