• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Tanda-Tanda Hubungan Mulai...

Tanda-Tanda Hubungan Mulai Toxic, Ini Sederet Cara Bangkit dan Pulih! 

Rabu, 18 Jun 2025, 16:22 WIB

JAKARTA - Kamu pernah merasa kayak harus hati-hati banget ngomong sama pasangan karena takut salah ucap? Atau kamu malah sering merasa capek setiap kali habis ketemu dia?

Hati-hati, bisa jadi kamu sedang berada dalam hubungan yang toxic, dan itu bukan cuma soal cemburu berlebihan atau sering bertengkar tanpa sebab.

Ket. Foto: — Sumber: Pioneer Edge

Dalam hubungan yang sehat, dua orang biasanya bisa saling dukung, terbuka soal masalah, dan tetap merasa nyaman satu sama lain meski sesekali ada konflik kecil. Tapi kalau hubunganmu bikin kamu ngerasa terkuras secara mental, fisik, dan emosional setiap hari, itu bisa jadi tanda kalau ada yang harus diperbaiki, atau bahkan ditinggalkan.

Menurut terapis hubungan, Jor-El Caraballo, hubungan yang toxic sering kali bikin seseorang merasa hampa setelah menghabiskan waktu bersama pasangannya. Bukan lagi soal cinta atau sayang, tapi lebih ke perasaan lelah karena terus-terusan bertengkar, salah paham, atau bahkan ngerasa kayak harus “survive” setiap kali ngobrol.

Yang lebih menyakitkan, kadang kamu masih sayang sama dia, tapi entah kenapa makin lama makin susah buat menikmati kebersamaan kalian. Bahkan, ketemu dia aja rasanya kayak beban, bukan bikin semangat seperti dulu.

Menurut psikolog Carla Marie Manly, tanda-tanda hubungan toxic bisa sangat jelas, tapi juga bisa tersamar dan susah dikenali, apalagi kalau kamu sudah terlalu terbiasa dengan perlakuan buruk itu, seperti dikutip dari Healthline. 

Misalnya, kamu merasa setiap keberhasilanmu selalu dibandingkan atau dipermasalahkan. Bukannya dapat dukungan, kamu justru merasa dicurigai atau dituduh macam-macam. Ucapanmu sering ditanggapi dengan sarkasme, atau pasanganmu lebih suka ngejek daripada berdiskusi dengan sehat. Komunikasi yang dulunya menyenangkan jadi ladang perang kata-kata setiap hari.

Cemburu yang awalnya dianggap bentuk perhatian berubah jadi pengawasan ketat. Baru telat bales chat sedikit, langsung ditelepon berkali-kali atau dituduh macem-macem. Ini bukan lagi soal rasa sayang, tapi kontrol.

Lama-lama kamu jadi belajar buat diam, nahan semua unek-unek karena takut masalah makin besar. Tapi diamnya kamu bukan berarti masalah selesai, justru bisa jadi kamu sedang mengorbankan dirimu sendiri.

Hubungan yang toxic gak cuma menyakiti mental, tapi juga bisa merusak hubungan sosial lainnya. Kamu mulai menjauh dari teman dan keluarga, malas nongkrong, bahkan kehilangan minat pada hal-hal yang dulu kamu sukai. Kesehatan fisik dan mental ikut terdampak, kamu jadi sering stres, lelah, atau merasa hidupmu stuck.

Yang lebih parah, kamu mulai kehilangan identitas diri. Kamu rela mengabaikan kebutuhanmu sendiri, nurut terus sama keinginan pasangan, bahkan membohongi diri sendiri hanya agar hubungan ini tetap jalan.

Masih Bisa Diselamatkan?

Kabar baiknya, tidak semua hubungan toxic harus berakhir. Tapi ada satu syarat penting: kedua belah pihak harus sama-sama mau berubah. Kalau cuma kamu sendiri yang berusaha, sementara dia tetap menyalahkan dan gak pernah refleksi diri, mungkin kamu harus mempertimbangkan lagi apakah ini layak diperjuangkan.

Hubungan bisa pulih kalau:

  • Kalian sama-sama mengakui kesalahan dan mau bertanggung jawab

  • Ada usaha dari dua belah pihak untuk memperbaiki komunikasi

  • Kalian mulai meninggalkan sikap menyalahkan dan berusaha saling mengerti

  • Terbuka untuk minta bantuan profesional seperti konseling pasangan

Kadang, kita butuh orang ketiga yang netral untuk melihat masalah secara objektif dan bantu membangun pola komunikasi yang lebih sehat. Dan enggak, itu bukan berarti kamu gagal, justru itu bukti kalau kamu peduli dengan hubunganmu.

Satu hal yang pasti: hubungan seharusnya gak bikin kamu takut, lelah, atau kehilangan diri sendiri. Kalau kamu sudah mencoba semua cara tapi tetap merasa sendirian dalam hubungan ini, mungkin saatnya memilih dirimu sendiri. Karena pada akhirnya, kamu pantas dicintai tanpa merasa terluka kok. 

Redaktur: Nayla Shabrina

Penulis: Nayla Shabrina, Nayla Shabrina

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.