Pengelolaan Hutan Lestari di Papua Butuh Tiga Prinsip Utama, Alasannya Hutan bagi Masyarakat Jadi Bagian dari Identitas dan Nilai Spiritual
Selasa, 17 Jun 2025, 15:00 WIBJAYAPURA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) setempat menyebutkan pengelolaan hutan lestari membutuhkan tiga prinsip utama.
"Tiga prinsip utama itu, yakni prinsip kelestarian ekologis, prinsip keadilan sosial, dan prinsip manfaat ekonomi berkelanjutan,â kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKLH Papua Aristoteles Ap di Jayapura, Selasa (17/6).
Ia menjelaskan prinsip kelestarian ekologis meliputi bagaimana menjaga fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan, prinsip keadilan sosial meliputi bagaimana mengakui hak-hak masyarakat adat dan lokal, dan prinsip manfaat ekonomi berkelanjutan, yaitu bagaimana memberi nilai tambah pada setiap pemanfaatan hasil hutan sehingga memiliki efek jangka panjang.
Menurut Aristoteles, hutan yang ada di Provinsi Papua ini bukan hanya sekadar hutan, melainkan juga menyangkut kearifan lokal yang telah terjaga secara turun temurun.
âUntuk itu, kami terus memperkuat kolaborasi dan koordinasi dengan instansi terkait lainnya sehingga dapat menjaga prinsip utama pengelolaan hutan lestari,â ujarnya.
Dia menjelaskan dalam pengelolaan hutan lestari tersebut membutuhkan suatu rangkaian kegiatan mulai dari hulu hingga hilir sehingga pengelolaan sumber daya hutan secara komprehensif, berkelanjutan, dan berkeadilan dari tahap awal pengelolaan hingga pemanfaatan hasilnya.
âOleh sebab itu, pengelolaan hutan lestari di Papua tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan teknokratis, tetapi juga harus menghormati dan mengintegrasikan nilai-nilai adat dan budaya lokal,â katanya.
Dia menambahkan bahwa peran dari masyarakat adat dan lokal ini penting dalam pengelolaan hutan karena tidak hanya sebagai objek, melainkan juga menjadi subjek utama dalam setiap kebijakan dan program kehutanan.
âHutan bagi masyarakat Papua bukan hanya sumber daya alam, tetapi juga bagian dari identitas dan kehidupan spiritual mereka,â ujarnya.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Al Nassr Kalah dari Gamba Osaka, Cristiano Ronaldo Gagal Juara Lagi
-
Inflasi Jateng pada Mei 2026
-
Terapi Inovatif Tirzepatide Masuk Indonesia, Perluas Pilihan Pengobatan Penyakit Metabolik
-
Polres Banggai Siapkan 14 Pos Pengamanan Mudik
-
Kunjungan Presiden Prabowo ke Korsel Hasilkan Investasi Rp173 Triliun
-
Celah Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Masih Menganga
-
Antusias Warga Ikuti Open Ship KRI Teluk Kupang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.