Bali Gandeng Jakarta untuk Kembangkan MRT, Atasi Kemacetan Tanpa Bangun Jalan Baru

Senin, 16 Jun 2025, 17:25 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Bali resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pembangunan sistem Mass Rapid Transit (MRT) sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan di Pulau Dewata. Kesepakatan ini dituangkan dalam perjanjian pendahuluan yang ditandatangani di Denpasar, pada Jumat, 13 Juni 2025.

Dalam perjanjian tersebut, dijelaskan bahwa bentuk kerja sama mencakup jasa konsultasi dan pendampingan pembangunan prasarana serta sarana perkeretaapian. Pemerintah DKI Jakarta, melalui PT MRT Jakarta, menyatakan kesiapannya untuk melakukan alih pengetahuan (knowledge transfer) dan berbagi praktik terbaik (best practices) kepada Pemerintah Provinsi Bali dan instansi terkait lainnya.

Ket. Foto: — Sumber: Pemprov Bali

Dukungan dari Jakarta juga mencakup kegiatan workshop teknis, kunjungan studi, dan pendampingan kolaboratif, sebagai bagian dari upaya mempercepat pengembangan transportasi publik modern di Bali.

Gubernur Bali, I Wayan Koster, menegaskan bahwa keberadaan MRT sangat dibutuhkan oleh Bali, mengingat pembangunan jalan baru di atas permukaan sulit dilakukan karena keterbatasan ruang dan kondisi geografis.

“Kami sangat butuh fasilitas MRT ini karena di Bali pembangunan jalan di atas tidak boleh. Kiri-kanan sudah rapat, bukan sekadar rumah biasa tapi bangunan pura dan segala macam,” ujar Koster.

Ia menambahkan bahwa satu-satunya pilihan realistis adalah pembangunan moda transportasi bawah tanah. Proyek MRT nantinya akan dirancang menghubungkan Bandara Ngurah Rai dengan berbagai kawasan pariwisata utama di Bali, sehingga mampu mendukung kelancaran mobilitas wisatawan dan masyarakat lokal.

Koster juga mengapresiasi pengalaman panjang Jakarta dalam mengelola transportasi publik, khususnya MRT.

“Kami senang sekali ada kerja sama dengan Jakarta, khususnya dalam persiapan pendampingan program MRT ini. Bahkan, kalau perlu Pemprov Jakarta carikan mitra untuk membangun Bali,” katanya.

Kerja sama ini diharapkan tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi modern di Bali, tetapi juga menjadi contoh sinergi antardaerah dalam pengembangan solusi transportasi berbasis teknologi dan berkelanjutan di Indonesia.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.