Kecelakaan Maut Pesawat Air India, Jumlah Korban Tewas Bertambah Jadi 279 Orang

Sabtu, 14 Jun 2025, 14:20 WIB

AHMEDABAD - Keluarga yang berduka menunggu berita setelah salah satu bencana udara paling mematikan dengan jumlah korban tewas bertambah menjadi 279 orang.

Pesawat Boeing 787-8 Dreamliner Air India mengeluarkan panggilan mayday sesaat sebelum jatuh sekitar jam makan siang pada hari Kamis (12/6), meledak menjadi bola api saat menghantam bangunan asrama.

Ket. Foto: Tim investigasi memeriksa puing-puing pesawat Air India 171 sehari setelah jatuh di kawasan permukiman dekat bandara, di Ahmedabad pada 13 Juni 2025. — Sumber: AFP

Pada hari Sabtu (14/6), sumber kepolisian mengatakan 279 mayat telah ditemukan dari lokasi kecelakaan di kota Ahmedabad di India utara, salah satu bencana pesawat terburuk di abad ke-21.

Ada satu orang yang selamat dari 242 penumpang dan awak pesawat saat pesawat itu jatuh, meninggalkan bagian ekor pesawat yang menjorok keluar dari gedung asrama untuk staf medis.

Setidaknya 38 orang tewas di darat.

"Saya melihat anak saya untuk pertama kalinya dalam dua tahun, itu saat yang luar biasa," kata Anil Patel, yang putra dan menantunya mengejutkannya dengan kunjungan sebelum menaiki pesawat Air India.

"Dan sekarang, tidak ada apa-apa," katanya sambil menangis. "Apa pun yang diinginkan para dewa telah terjadi."

Pencarian Kotak Hitam

Keluarga penumpang yang putus asa telah memberikan sampel DNA di Ahmedabad, beberapa di antaranya harus terbang ke India untuk membantu proses tersebut.

Jumlah korban resmi tidak akan diselesaikan sampai proses identifikasi DNA yang lambat selesai.

Air India mengatakan ada 169 penumpang warga India, 53 warga Inggris, tujuh warga Portugis, dan seorang Kanada di dalam pesawat itu, serta 12 awak pesawat.

Mereka yang tewas, dari seorang politisi terkemuka hingga seorang remaja penjual teh.

Satu-satunya yang selamat, Vishwash Kumar Ramesh, 40 tahun, mengatakan ia tidak dapat menjelaskan bagaimana ia bisa selamat.

"Awalnya, saya juga mengira saya akan mati, tetapi kemudian saya membuka mata dan menyadari bahwa saya masih hidup," kata Ramesh, seorang warga negara Inggris, kepada lembaga penyiaran nasional DD News dari ranjang rumah sakit.

Menteri Penerbangan India Ram Mohan Naidu Kinjarapu mengatakan pada hari Jumat, perekam data penerbangan, atau kotak hitam, telah ditemukan, dan ia mengatakan hal itu akan "sangat membantu" penyelidikan.

Tim forensik masih mencari kotak hitam kedua, saat mereka menyelidiki mengapa pesawat itu jatuh setelah terangkat hanya 100 meter (330 kaki) dari tanah.

Produsen pesawat AS Boeing mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Air India dan "siap mendukung mereka" terkait insiden tersebut, yang menurut sumber dekat dengan kasus tersebut merupakan kecelakaan pertama yang melibatkan 787 Dreamliner.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.