Rupiah Melemah Dihantam Guncangan Konflik Israel-Iran!
Jumat, 13 Jun 2025, 20:09 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS kembali melemah dalam perdagangan akhir pekan ini karena dipicu meningkatnya tensi geopolitik usai serangan brutal Israel ke Iran.Â
Peningkatan ketegangan global tersebut makin makin menambah tekanan terhadap rupiah setelah konflik perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang tak kunjung usai.Â
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan, Jumat (13/6), di Jakarta melemah sebesar 61 poin atau 0,38 persen menjadi Rp16.304 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.243 per dolar AS.
Pengamat mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi mengatakan pelemahan nilai tukar (kurs) Rupiah dipengaruhi serangan rezim Israel terhadap Iran.
âKekhawatiran atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah secara tiba-tiba menyusul serangan Israel terhadap Iran memicu sentimen risk-off yang meluas,â ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.
Pada Jumat, Israel melakukan serangkaian serangan besar-besaran ke sejumlah target militer di Iran, termasuk ke beberapa individu yang dikabarkan memiliki koneksi dengan program nuklir negara tersebut.
Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Hussein Salami, komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya IRGC Gholamali Rashid, fisikawan Mohammad Mehdi Tehranchi dan mantan kepala Organisasi Energi Atom Iran, Fereydoon Abbasi, wafat akibat serangan Israel ke Iran.
Media siaran Iran Press TV melaporkan bahwa adanya korban jiwa, termasuk sejumlah perempuan dan anak-anak, yang tewas dalam serangan tersebut, meskipun tidak merinci berapa jumlahnya.
Otoritas Iran membatalkan seluruh penerbangan di bandara Imam Khomeini di Tehran menyusul serangan tersebut, lapor kantor berita ISNA mengutip juru bicara bandara.
Tentara Israel menyatakan bahwa jet-jet tempur mereka telah menyelesaikan tahap pertama dari operasi serangan mereka.
Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, mengatakan rezim Israel telah menetapkan takdir yang pahit dan menyakitkan bagi dirinya sendiri melalui serangan udara terhadap Iran pada Jumat dini hari waktu setempat.
Dalam sebuah pesan kepada bangsa Iran pada Jumat pagi, selang beberapa jam setelah Israel melancarkan serangan di Tehran dan kota-kota lainnya, Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa rezim Zionis harus bersiap menunggu hukuman yang keras.
Di samping itu, investor turut khawatir atas tekanan tarif lebih lanjut pasca Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan segera menaikkan tarif otomotif.
âIa (Trump) dapat segera menaikkan tarif otomotif (yang) memicu kecemasan baru atas perdagangan hanya sehari setelah mengklaim bahwa kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok telah selesai,â ucap Ibrahim.
- rupiah melemah
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemkab Lebak Minta Masyarakat Kasepuhan Tingkatkan Produksi Pangan
-
Gubernur Bobby Nasution Targetkan Modal Inti Bank Sumut Tembus Rp6 Triliun untuk Masuk Kategori KBMI 2
-
Bekasi Gelar Lomba Menu MBG, Dorong Inovasi Gizi untuk Tekan Stunting
-
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Selasa (7/4), UBS, Antam, Galeri24 Kompak Turun
-
Klaim Swasembada Pangan, Faktanya Indonesia Impor 3,5 Juta Ton Tiap Tahun
-
Darurat Pinjol Ilegal! OJK Blokir 953 Pindar dalam Tiga Bulan
-
Anwar Ibrahim Ungkap Diplomasi dengan Iran, Kapal Minyak Malaysia Lolos Selat Hormuz
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.