Piala Dunia Antarklub Jadi Ujian Status Chelsea Sebagai Klub Elite Eropa

Jumat, 13 Jun 2025, 16:00 WIB

LONDON, INGGRIS - Usai memastikan tiket kembali ke Liga Champions pada pekan terakhir Premier League, Chelsea punya peluang awal untuk menunjukkan bahwa mereka layak kembali ke jajaran elite Eropa lewat ajang Piala Dunia Antarklub musim panas ini.

Skuad asuhan Enzo Maresca menutup musim dengan kemenangan atas Nottingham Forest untuk mengunci posisi keempat,mengakhiri dua musim absen dari pentas utama Eropa. Chelsea lolos ke edisi terbaru Piala Dunia Antarklub berkat gelar Liga Champions 2021, dan mendapat jadwal yang relatif bersahabat di fase grup turnamen yang kini diperluas dan digelar di Amerika Serikat.

Ket. Foto: Para pemain Chelsea melakukan selebrasi usai merebut trofi UEFA Conference League 2025. — Sumber: AFP

Chelsea akan membuka kiprah mereka di Grup D melawan Los Angeles FC di Atlanta, Senin mendatang. LAFC melaju setelah mengalahkan Club America di babak play-off, menggantikan Club Leon yang didiskualifikasi.

Selanjutnya, The Blues akan menghadapi Flamengo dari Brasil dan Esperance asal Tunisia—dua laga tersebut akan berlangsung di Philadelphia.

Los Angeles FC memiliki mantan striker Chelsea, Olivier Giroud, meski penyerang gaek berusia 38 tahun itu bukan pilihan utama. Sementara Flamengo, yang lolos usai menjuarai Copa Libertadores 2022, kini ditangani eks pemain belakang Chelsea dan Atletico Madrid, Filipe Luis. Adapun Esperance, yang mendominasi liga Tunisia dengan delapan gelar dari sembilan musim terakhir, dianggap sebagai lawan terlemah di grup ini.

Jika lolos ke fase gugur, Chelsea berpotensi menghadapi raksasa seperti Bayern Munich atau juara Liga Champions, Paris Saint-Germain.

Chelsea pernah menjuarai edisi lama turnamen ini pada tahun 2022, dengan menundukkan Palmeiras di final. Kini, mereka kembali berharap pada kekuatan skuad muda dan wajah baru seperti Liam Delap, striker 22 tahun yang diboyong dari Ipswich Town seharga 30 juta pound.

Delap, yang mengemas 12 gol dari 37 laga Premier League bersama Ipswich, mengalahkan ketertarikan dari klub-klub besar seperti Manchester United. Kehadirannya diharapkan bisa mengatasi masalah lini depan Chelsea musim lalu, di mana Nicolas Jackson tampil tak konsisten dan Christopher Nkunku belum nyetel.

Delap bukan satu-satunya lulusan akademi Manchester City di tim ini. Ia mengikuti jejak Cole Palmer, pemain terbaik Chelsea musim lalu yang tampil cemerlang di final UEFA Conference League kontra Real Betis.

Palmer, yang absen dalam tur pramusim di AS tahun lalu, kini mendapat kesempatan memperkenalkan diri ke publik Amerika. “Palmer ada di level pemain top. Ia bisa menciptakan sesuatu kapan saja,” puji Maresca. “Ini kesempatan bagus baginya untuk mengenal lingkungan baru dan memperlihatkan kualitasnya di sana.”

Gelar Conference League menjadi trofi pertama Maresca bersama Chelsea. Performa baik di Piala Dunia Antarklub akan jadi sinyal kuat bahwa The Blues berada di jalur kebangkitan.

Dengan skuad muda penuh potensi, Chelsea disebut-sebut memiliki masa depan cerah. “Banyak yang bilang kami terlalu muda, kurang pengalaman, dan tak bisa juara,” ujar Maresca seusai memastikan posisi empat besar. “Sayangnya buat mereka, semua itu terbukti salah.”

Kesuksesan musim panas ini juga penting bagi para pemilik klub: pengusaha asal AS Todd Boehly dan firma investasi Clearlake Capital, mengingat hadiah juara mencapai hampir 100 juta pound.

Meski bukan favorit utama seperti Manchester City, Real Madrid, atau PSG, Chelsea tetap dijagokan melaju ke perempat final. Di tengah kritik terhadap filosofi main ala Maresca, termasuk dari Palmer yang sempat mengeluhkan permainan “terlalu banyak operan ke samping”, gelar kedua dalam waktu singkat bisa jadi penawar ketegangan di London barat daya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.