Pemprov Jateng komitmen kembangkan industri hijau

Jumat, 13 Jun 2025, 16:55 WIB

Semarang -- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan industri hijau yang berorientasi pada efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan.

Sekretaris Daerah Jateng Sumarno, di Semarang, Kamis, menjelaskan, posisi Jateng sebagai penopang sektor industri, sekaligus lumbung pangan nasional yang membuat tantangan pembangunan menjadi tidak sederhana.

Ket. Foto: Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno, didampingi Business Vice President Industry Schneider Electric Indonesia Tonny Hendro Kusumo, saat Forum Innovation Day Semarang 2025, di Semarang, Kamis (12/6). — Sumber: ANTARA/Zuhdiar Laeis

Hal tersebut disampaikannya dalam Forum Innovation Day Semarang 2025 yang digelar oleh Schneider Electric.

Karena itu, kata dia, pendekatan industri hijau menjadi pilihan strategis agar dua sektor tersebut dapat tumbuh seimbang.

"Pemprov Jateng ditetapkan sebagai provinsi penumpu pangan dan penumpu industri. Sehingga ini hal yang bertolak belakang, tapi kalau bisa tumbuh bareng-bareng menjadi potensi yang luar biasa," katanya.

Menurut dia, efisiensi energi menjadi langkah penting, terutama dalam mengurangi ketergantungan pada energi berbasis karbon yang berdampak terhadap biaya produksi dan lingkungan.

"Masalah yang kita hadapi adalah bagaimana mencapai efisiensi energi, terutama energi karbon. Ini perlu dialihkan ke energi yang lebih ramah lingkungan agar produk yang dihasilkan lebih terjangkau dan dampaknya ke lingkungan bisa ditekan," katanya.

Ajang Forum Innovation Day Semarang 2025 menjadi momentum penting untuk mendorong kolaborasi lintas sektor dalam mengakselerasi digitalisasi dan efisiensi industri.

Ia berharap ke depan ada langkah konkret dari pelaku industri untuk bisa segera diimplementasikan, khususnya di kawasan industri Jateng.

Jateng, kata dia, saat ini telah memperkuat daya saing industrinya melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK), seperti di Kendal dan Batang, namun pertumbuhan industri tidak boleh mengabaikan prinsip keberlanjutan.

"Kami mendorong pertumbuhan industri yang selaras dengan prinsip green growth. Ini akan menghasilkan nilai ekonomi tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan," katanya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

Tim Gabungan Kendalikan Titik Api di TPSA Ciniru Kuningan

Iran Ancam Anggap Musuh Siapa Pun yang Ikut Blokade Ekonomi AS

Kanada Balas Tarif Trump, Siap Bidik Baja hingga Elektronik AS

Tragedi Shalat Jumat di Nigeria: Masjid Diserbu Geng Motor, 60 Jemaah Raib Diculik

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.