Plafon Terminal 3 Soekarno Hatta Ambrol

Selasa, 07 Apr 2026, 01:35 WIB

JAKARTA – Masyarakat heran untuk Bandara sekelas Terminal 3 Soekarno Hatta hanya diterjang hujan deras, plafonnya bisa ambrol. Memang terjadi cuaca ekstrem berupa hujan deras dalam beberapa hari terakhir. Tapi untuk bangunan “internasional” masa iya plafon bisa rusak akibat hujan.

Berdasarkan video yang diabadikan seorang penumpang penerbangan pada hari Senin (6/4), terlihat detik-detik insiden jebolnya atap di Gete 7 Keberangkatan Tetminal 3 Bandara Soetta tersebut. Dalam rekaman video dengan durasi 17 detik ini, diawali kebocoran dari atas atap bandara. Beberapa waktu kemudian terjadi kebocoran yang semakin membesar. Akhirnya, plafon pun jebol disertai tumpahan air yang menghantam fasilitas ruang tunggu para penumpang.

Ket. Foto: Atap atau plafon ambruk di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, hingga menimpa fasilitas layanan di terminal penerbangan tersebut. — Sumber: ANTARA/HO-Net

Kasus tersebutterjadi pukul 13.40 WIB. “Lumayan banyak orang di bawah atap, untung sempat pada lari,” ucap salah satu penumpang tujuan Singapura saat dikonfirmasi di Tangerang, Senin.
Menurutnya, saat kejadian, cukup banyak penumpang yang berada di area tersebut yang tengah menunggu proses boarding. Dia merasa heran, bandara sekelas ini “kok” plafonnya lemah ya. Rusak hanya karena air hujan.

Namun, tak lama kemudian air tiba-tiba jatuh dari plafon dan membuat para penumpang panik, berlarian. “Saya kebetulan mau boarding ke Singapore pas nunggu di gate 7,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, membenarkan adanya ambrolnya tersebut.

Assistant Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, menyampaikan, gangguan di atap tersebut sudah ditangani.

“Kondisi gangguan di satu titik atap tersebut berlangsung kurang lebih selama 5 menit,” katanya. Yudistiawan menyebutkan, dengan adanya insiden ini sejumlah petugas bandara langsung menangani agar situasi dan layanan penerbangan tidak terganggu.

“Petugas operasional bandara langsung menangani dengan membersihkan dan membatasi area terdampak,” paparnya. Dia menegaskan, personel bandara selama 24 jam mengawasi seluruh fasilitas termasuk infrastruktur bangunan, sehingga ketika melihat adanya kemungkinan gangguan maka area sekitar segera disterilisasi dari penumpang pesawat.

“Sebagai langkah antisipasi, pengguna jasa bandara diimbau untuk selalu memantau perkembangan informasi jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai maupun layar informasi di bandara,” pintanya. 

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.