Kepala Museum NTB ungkap temuan Songket Lombok jejak burung endemik

Senin, 27 Jul 2026, 16:27 WIB

MATARAM -- Kepala Museum Nusa Tenggara Barat (NTB) Ahmad Nuralam mengungkapkan temuan menarik tentang selembar kain songket asal Kabupaten Lombok Timur dari akhir abad ke-19 yang merekam motif satwa endemik Australia.

"Masyarakat Lombok sudah punya koneksi dengan dunia internasional yang dituangkan ke dalam seutas kain tenun," kata Ahmad Nuralam di Mataram, Senin.

Ket. Foto: Arsip. Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam (kanan) menjelaskan tentang motif dodot songket kepada Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (kiri) dalam sebuah pameran wastra di Museum NTB, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (23/1/2026). — Sumber: ANTARA/Sugiharto Purnama

Motif satwa endemik Australia adalah Burung Kecapi atau Lyrebird. Tenun berusia sekitar dua abad itu terbuat dari benang sutera dengan teknik songket yang diperuntukkan sebagai kelengkapan upacara adat dan keagamaan.

Berdasarkan kajian Museum NTB, motif kain Dodot Songket tersebut mengandung makna yang berisi harapan bahwa orang yang memakai mendapatkan kebahagiaan dan perlindungan.

Tenun itu diperkirakan berasal dari era Kerajaan Karang Asem Cakranegara dan menjadi salah satu artefak yang telah menghuni Museum NTB selama lebih dari empat dekade.

Nuralam mengatakan motif kain Dodot Songket tersebut awalnya diyakini sebagai gambar burung merak. Kemudian pameran yang berlangsung sekitar dua tahun lalu lantas membalikkan persepsi tentang motif songket.

Seorang kurator emeritus bidang seni-budaya Asia Tenggara pada Museum & Art Gallery of the Northern Territory (MAGNT) Australia James Bennett sempat berdebat dengan pihak Museum NTB tentang motif tersebut.

Ia seketika mengetik kata kunci Lyrebird di halaman pencarian Google, lalu memperlihatkan gambar burung itu yang tampak sama persis dengan motif Dodot Songket.

Perubahan identifikasi tersebut menunjukkan bahwa kajian terhadap warisan kebudayaan terus berkembang dinamis seiring kehadiran temuan dan perspektif baru.

James menegaskan temuan tersebut menjadi petunjuk adanya hubungan budaya dan perdagangan antara Lombok dan Australia yang telah terjalin sejak lebih dari satu abad silam.

"Kain itu berasal dari akhir abad ke-19. Jadi, kami tahu ada gambar hewan Australia disebarkan di Lombok hampir 200 tahun lalu," ucapnya.

Lebih lanjut James menyampaikan temuan semakin menarik lantaran gambar burung pada kain Dodot Songket justru mengikuti ilustrasi awal yang dibuat orang-orang Eropa.

Mereka belum pernah melihat langsung Burung Kecapi dan hanya menggambarkannya berdasarkan cerita para pelaut.

Motif tenun Dodot Songket ikut mengulang kesalahan gambar tersebut. James menyakini penenun kemungkinan tidak pernah melihat Burung Kecapi secara langsung, melainkan mencontoh ilustrasi yang beredar melalui gambar.

"Kami tahu mereka tidak melihat Burung Kecapi langsung, tetapi lihat gambar dalam buku. Kami bisa memastikan tanggal tenun tersebut dari kesalahan gambar sekitar tahun 1850-an," katanya.

Konektivitas penduduk Lombok dengan dunia internasional tidak terlepas dari posisi strategis Pelabuhan Ampenan pada abad ke-19, yang merupakan salah satu pelabuhan penting di kawasan timur Nusantara.

Kapal-kapal Inggris yang berlayar menuju Australia kerap singgah di Ampenan untuk mengisi perbekalan. Aktivitas itu menyebabkan terjadinya arus perdagangan, pertukaran barang, dan penyebaran berbagai pengetahuan, termasuk ilustrasi flora dan fauna.

  • Motif Songket Lombok

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

5 Dialek Sunda, dari Priangan hingga Betawi Menggema saat Pembacaan Sejarah HUT Jawa Barat ke-81

Tijjani Reijnders Gabung Klub Arab Saudi, Al Qadsiah

Keren Bikin Bangga! Karya Modifikator Indonesia Bakal Mejeng di SEMA Show 2026

Industri Modifikasi Otomotif Jadi Ladang Ekraf Baru, Menekraf Dorong Jadi Nilai Tambah Ekonomi Nasional

Sampah Plastik Jadi Cuan! Pemkot Bima Kembangkan Nilai Ekonomi Lewat Gerakan Ini

Sembilan Perempuan Disandera di Jila, Mimika oleh KKB

Film Jason Statham ‘Mutiny’ Sempat Bocor di Amazon Prime Sebelum Tayang di Bioskop

Layanan Rail Library KAI untuk Meningkatkan Minat Baca dan Pengetahuan Masyarakat

Petugas Upacara HUT Ke-81 RI Diundang Presiden Prabowo ke Hambalang

Kejutan untuk Petugas Upacara HUT Ke-81 RI! Prabowo Undang Mereka ke Hambalang

Pemkot Cilegon Dukung Pengangkatan Guru PPPK Jadi PNS

KPK Usut Izin WNA, Dugaan Korupsi BPJS TKA Ikut Terungkap

Nasib Guru PPPK Terjawab! Pemkot Cilegon Dukung Pengangkatan Jadi PNS

Kabar Gembira! 25 Kreator Lokal Aceh Ketiban Berkah, Kemenkum Berikan Hak Cipta Gratis

Terobosan Baru Kemenhub! BRT Mebidang Didorong Jadi Solusi Transportasi Perkotaan

KPK Periksa WNA soal Dugaan Pemerasan Izin Tinggal, Penyidikan Kasus Rp145,5 Miliar Masuk Babak Akhir

Peragaan Busana Bambu Karya UMKM Promosikan Desa Gintangan

Terungkap! Ini Alasan KPK Memanggil Pegawai PT Adaro Andalan Indonesia

Bantu UMKM Berkembang, Univrab dan STTP Dampingi Usaha Bata Ringan di Pekanbaru

'Mutiny': Balas Dendam Brutal Jason Statham di Kapal Kargo

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.