BPBD Kalbar masih berjibaku atasi karhutla di Rasau Jaya

Kamis, 12 Jun 2025, 16:20 WIB

Pontianak -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat bersama sejumlah pihak masih terus berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Rasau Jaya Umum, Kabupaten Kubu Raya, yang hingga kini belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.

"Sampai saat ini tim pemadam gabungan dari unsur BPBD, TNI, Polri, serta relawan masyarakat telah dikerahkan ke lokasi sejak beberapa hari terakhir, namun, sejumlah kendala membuat proses pemadaman belum membuahkan hasil maksimal. Karhutla di Desa Rasau Jaya Umum menjadi salah satu titik terparah saat ini. Api terus menjalar dan sulit dipadamkan karena beberapa faktor lingkungan yang kompleks," kata Ketua Satuan Tugas Informasi BPBD Kalbar, Daniel, di Pontianak, Kamis.

Ket. Foto: Petugas BPBD Kalbar berjibaku mamadamkan sisa lahan yang terbakar di Desa Rasau Jaya, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar. — Sumber: ANTARA/Rendra Oxtora

Ia menjelaskan bahwa karakteristik lahan gambut yang mendominasi wilayah tersebut menjadi tantangan utama. Lahan gambut memiliki sifat menyimpan bara api di bawah permukaan, sehingga api dapat kembali muncul meskipun tampaknya telah padam di permukaan.

Selain itu, cuaca panas dan kering yang melanda kawasan tersebut dalam beberapa pekan terakhir turut memperparah situasi. Angin kencang juga memicu penyebaran api ke area yang lebih luas, sedangkan vegetasi kering seperti tumbuhan pakis menjadi bahan bakar alami yang sangat mudah terbakar.

"Angin kencang membuat api merambat cepat ke titik-titik baru. Ditambah vegetasi yang sangat kering, situasi menjadi semakin sulit dikendalikan," tuturnya.

BPBD Kalbar mencatat bahwa penyebab pasti dari sumber api belum bisa dipastikan, namun dugaan sementara mengarah pada aktivitas manusia, seperti pembakaran lahan atau puntung rokok yang dibuang sembarangan.

Kondisi medan yang sulit dijangkau dan terbatasnya ketersediaan air juga menghambat efektivitas tim di lapangan. "Akses ke lokasi sangat terbatas, dan sumber air tidak tersedia dalam jarak dekat. Ini memperlambat proses pemadaman," kata Daniel.

Sebagai respons, BPBD Kalbar bersama instansi terkait mulai mengoptimalkan penggunaan teknologi, seperti drone pemantau dan sistem informasi geografis, untuk mendeteksi titik api secara lebih akurat dan menentukan jalur evakuasi serta strategi pemadaman.

"Kami juga terus mendorong peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, edukasi pencegahan, serta patroli rutin di kawasan rawan karhutla," tuturnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apapun, terutama di musim kemarau. Pelanggaran terhadap larangan ini dapat dikenakan sanksi pidana sesuai peraturan yang berlaku.

"Penanganan karhutla memerlukan sinergi semua pihak, termasuk kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran. Kami juga harap dukungan dari pemerintah pusat dalam memperkuat sumber daya dan logistik di lapangan," katanya.

BPBD Kalbar mencatat bahwa sepanjang 2024 terjadi penurunan signifikan luas lahan terbakar dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, sejumlah titik api, termasuk di Rasau Jaya Umum, menunjukkan perlunya upaya pencegahan dan pengendalian yang lebih masif di wilayah gambut.

  • karhutla

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

Berita Terbaru

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

Bayern Taklukkan Dortmund 2-1 dan Rebut Piala Super Jerman

La Liga Spanyol: Carlos Espi Jadi Penentu, Real Madrid Menang Dramatis di Markas Espanyol

Pemerintah Kota Jambi Dorong Tirta Mayang Tingkatkan Kualitas Air

Tarif Retribusi Turun! Pedagang Pasar Ajibarang Gelar Tasyakuran

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.