- Home
-
- Megapolitan
-
- Atasi Macet Ibu Kota, Jaka...
Atasi Macet Ibu Kota, Jakarta Andalkan Sistem AI Canggih
Rabu, 11 Jun 2025, 16:25 WIBJakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta hingga saat ini sudah menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam pengaturan lalu lintas, termasuk untuk memantau dan menangani kemacetan di kota itu.
âYang digunakan adalah 'intelligent traffic control system' (ITCS),â kata Pramono di Kantor Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Abdul Muis, Jakarta Pusat, Rabu (11/6).
ITCS adalah sistem yang dirancang untuk mengelola dan mengendalikan arus lalu lintas secara lebih efisien dengan menggunakan teknologi.
Sistem ini bertujuan untuk mengoptimalkan waktu lampu lalu lintas berdasarkan kondisi nyata di lapangan, seperti jumlah kendaraan yang melintas dan waktu tempuh kendaraan di persimpangan.
Sistem ini biasanya melibatkan penggunaan sensor dan perangkat lunak yang dapat menganalisis data lalu lintas secara tepat waktu.
Sistem ini juga sering terintegrasi dengan berbagai teknologi lain seperti kamera pemantau dan sistem komunikasi untuk memberikan informasi yang lebih akurat dan responsif terhadap perubahan kondisi lalu lintas.
Lebih lanjut, Pramono menjelaskan bahwa dari hasil diskusi dengan Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Syafrin Liputo, sistem pengaturan dengan ITCS sangat baik. Namun, CCTV yang baru dimiliki, hanya 65 dari 321 yang dibutuhkan.
âMaka saya minta untuk secara bertahap kita rencanakan untuk memenuhi kebutuhan itu karena dengan hanya baru 65 saja secara signifikan sudah bisa dirasakan publik,â kata Pramono.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Syafrin Liputo mengatakan nantinya akan ditugaskan sebanyak 25 orang untuk mengawasi CCTV tersebut.
âSehingga tidak ada kekosongan monitoring terhadap seluruh kamera yang ada di lapangan,â kata Syafrin.
Selain itu, disediakan pula pusat layanan (call center) yang juga terkoneksi langsung dengan manajemen hubungan pelanggan (customer relationship management/CRM) sehingga, kata Syafrin, SOP untuk penanganan setiap keluhan masyarakat maksimal tiga jam harus sudah selesai.
30 persenÂ
Tingkat kemacetan (congestion level) Jakarta saat ini, berdasarkan TomTom Traffic Index adalah rata-rata sekitar 30 persen pada sistem jalan di area metro Jakarta.
Artinya, rata?rata waktu tempuh meningkat sekitar 30 persen dibandingkan waktu yang ideal tanpa kemacetan.
Waktu perjalanan juga menunjukkan bahwa untuk jarak 10 kilometer,  rata?rata diperlukan waktu sekitar 23â25 menit .
Angka di atas adalah rata?rata harian sedangkan pada jam?jam puncak pagi (sekitar jam 07.00â09.00) dan sore (17.00â19.00) biasanya jauh lebih tinggi, bahkan bisa mencapai kemacetan paling parah.
TomTom Traffic Index adalah sebuah laporan tahunan dan layanan berbasis "floating car data (FCD)" yang mengukur tingkat kemacetan secara serempak pada lebih dari 500 kota di seluruh dunia.
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Trump: AS Belum Perlu Serang Iran
-
KBRI: Perayaan Hubungan Diplomatik Indonesia-Vatikan Diabadikan lewat Perangko
-
Bencana Tanah Bergerak Terjadi di Semarang
-
SEA Games Akan Diarahkan Hanya Pertandingkan Cabang-cabang Olimpiade
-
MRT Jakarta Berhasil Pulihkan Layanan Usai Terdampak Pohon Tumbang
-
Pramono Akui Belum Bisa Atasi Banjir, Macet, dan Kemiskinan di DKI
-
Tragedi Berdarah VOC di Banda Naira
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.