Pengembangan Ekonomi Kreatif di Berau: Selain Wastra, Potensi Apa Lagi yang Akan Digarap?
Selasa, 10 Jun 2025, 15:30 WIBKAB. BERAU â Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, serius menggarap sektor ekonomi kreatif sebagai penopang utama kemajuan industri pariwisata. Alih-alih hanya berfokus pada keindahan alam, kini perhatian juga dialihkan pada pengembangan industri kecil menengah (IKM) batik dan tenun lokal, atau wastra. Upaya ini menandai arah baru pengembangan ekonomi kreatif di Berau, yang diharapkan mampu memberikan nilai tambah signifikan bagi daerah.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Berau, Eva Yunita, menjelaskan bahwa fokus pada wastra ini didukung oleh kesiapan sumber daya manusia. "Pemkab Berau telah menyiapkan sumber daya manusia dalam meningkatkan produk unggulan wastra, saat ini telah ada beberapa kelompok perajin wastra yang tersebar di tiga kampung," ujar Eva di Berau, Selasa (10/6) hari ini.
Rinciannya, terdapat 20 perajin di Kampung Sukan Tengah (Kecamatan Sambaliung), tujuh perajin di Tumbit Melayu (Kecamatan Teluk Bayur), dan 10 perajin di Kampung Trans Bangun (Kecamatan Sambaliung). Berau kini juga memiliki dua sentra tenun IKM, yaitu di Kampung Tumbit Melayu (IKM lama) dan Kampung Sukan Tengah (diresmikan Mei 2025). Sentra tenun di Sukan Tengah dibangun dalam dua tahap (2022 dan 2024) dengan dukungan Alokasi Dana Khusus (DAK) Fisik Kementerian Perindustrian.
Eva menambahkan, keberadaan sentra tenun ini diharapkan dapat meningkatkan sektor industri kreatif wastra Indonesia, khususnya tenun, agar mampu memenuhi permintaan konsumen. "Sektor IKM menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Berau untuk terus dikembangkan. Hal ini dilakukan karena mengikuti pembangunan pariwisata yang terus digenjot, mengingat tingkat kunjungan wisata yang meningkat juga berdampak pada industri ikutan termasuk ekonomi kreatif," imbuhnya.
Upaya pengembangan ekonomi kreatif di Berau tidak berhenti pada batik dan tenun. Dr. Indah Lestari, seorang pakar ekonomi kreatif dari Universitas Mulawarman, menilai bahwa langkah ini adalah awal yang baik. "Fokus pada wastra sangat tepat karena memiliki nilai budaya dan pasar yang kuat. Namun, ekonomi kreatif yang ideal untuk Berau harus lebih beragam, mencakup kuliner lokal, kerajinan tangan dari bahan alami, pertunjukan seni tradisional, bahkan pengembangan desa wisata berbasis komunitas," jelas Dr. Indah kepada Koran Jakarta. Menurutnya, potensi pariwisata Berau yang kaya akan keindahan alam sangat mendukung pengembangan produk-produk kreatif yang unik dan otentik.
Senada dengan itu, Bapak Agung Nugroho, Pengamat Pariwisata Budaya dari Aliansi Masyarakat Peduli Wisata (Ampura), menyarankan agar pengembangan ekonomi kreatif di Berau juga melibatkan aspek digital. "Selain produk fisik seperti tenun, penting untuk mengembangkan ekonomi kreatif digital, seperti konten promosi pariwisata berbasis cerita lokal, aplikasi panduan wisata interaktif, atau platform penjualan daring produk UMKM Berau," tutur Agung. Ia menekankan bahwa sinergi antara produk kerajinan tangan dengan promosi digital akan memperluas jangkauan pasar dan menarik lebih banyak wisatawan, sekaligus memberdayakan masyarakat lokal secara lebih holistik.
Dengan strategi pengembangan yang terintegrasi dan dukungan dari berbagai pihak, ekonomi kreatif di Berau diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap pariwisata, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Yuniar Dwi Setiawati
Berita Terkait:
-
Kolaborasi Dishut Kalsel dan Alumnus Sekolah Kehutanan dalam Menggencarkan RHL
-
Chelsea dan Ajax Berburu Torehan Sejarah di Stamford Bridge
-
Jepang Keluarkan Peringatan Megagempa
-
Wamendagri Beberkan Resep Bangkitkan Pariwisata Lewat Ekonomi Kreatif: Setiap Daerah Harus Punya Karakter Sendiri
-
Pemkab Karawang: Progres Pembangunan "Underpass" Gorowong Capai 51 Persen
-
Indikator Makro yang Solid Tidak Otomatis Cerminkan Kesehatan Struktural Ekonomi
-
Jakarta Gandeng Berlin, Gubernur Pramono Mantapkan Lompatan Besar Menuju Kota Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.