Cadangan Devisa pada Mei Stagnan, Ini Faktor Utamanya!     

Selasa, 10 Jun 2025, 18:35 WIB

JAKARTA – Cadangan devisa yang memadai menunjukkan bahwa suatu negara memiliki kemampuan untuk membiayai impor, membayar utang, dan menghadapi tekanan ekonomi eksternal. Cadangan devisa membantu menjaga stabilitas nilai tukar mata uang domestik dan mencegah fluktuasi yang berlebihan akibat tekanan dari pasar keuangan.

Cadangan devisa memastikan bahwa suatu negara dapat memenuhi kewajibannya membayar utang luar negeri, yang penting untuk menjaga kredibilitas ekonomi. Cadangan devisa yang memadai meningkatkan kepercayaan investor dan pasar terhadap perekonomian suatu negara, yang dapat menarik investasi asing dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ket. Foto: Ilustrasi - Komoditas emas-dan uang dollar. — Sumber: Antara

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2025 tetap tinggi sebesar 152,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS), stabil dibandingkan posisi pada akhir April 2025.

“Perkembangan tersebut antara lain dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa serta penerimaan devisa migas, di tengah kebutuhan untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sebagai respons Bank Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (10/6).

Ramdan menyebutkan bahwa posisi cadangan devisa pada akhir Mei 2025 setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Ke depan, Bank Indonesia memandang posisi cadangan devisa memadai untuk mendukung ketahanan sektor eksternal sejalan dengan prospek ekspor yang tetap terjaga, neraca transaksi modal dan finansial yang diprakirakan tetap mencatatkan surplus, serta persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik dan imbal hasil investasi yang menarik.

Bank Indonesia juga terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.